Kasus Stunting di Ketapang, Dewan: Jadi Citra Buruk Pemda

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 785

Kasus Stunting di Ketapang,  Dewan: Jadi Citra Buruk Pemda
Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani. (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani menilai kasus stunting adalah persoalan serius yang harus segera ditanggulangi.

Ia mendesak Pemda melalui dinas terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penanganann agar Ketapang tidak menjadi daerah yang memiliki citra sebagai daerah tertinggal akibat kasus stunting.

"Ini persoalan serius, stunting soal terhambatnya pertumbuhan penyebabnya di antaranya karena persoalan gizi. Kasus-kasus seperti ini biasa ditemukan di daerah jauh dan susah diakses misalkan Papua, kalau di Ketapang ada bahkan jumlahnya signifikan, ini menjadi persoalan serius," ungkapnya, Jumat (15/2).

Ia melanjutkan, selama ini dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan sama sekali tidak pernah memberikan laporan mengenai persoalan penyakit stunting kepada DPRD khususnya Komisi II, sehingga ia mengaku terkejut dengan status penanganan prioritas stunting di Ketapang.

"Selama ini yang dilaporkan ke kita hanya penyakit seperti DBD, rabies, HIV, sedangkan stunting kita tidak pernah menerima laporannya, makanya kita terkejut," terangnya.

Ia menjelaskan, seharusnya dinas terkait juga memberikan laporan terkait kasus stunting ini, sehingga bisa dilakukan langkah-langkah penangulangan atau penanganan baik terkait soal penganggaran sampai penanganannya.

"Kejadian ini tentu menjadi citra buruk pemerintah, untuk itu kita minta dinas terkait segera mengambil langkah-langkah dan melaporkan hal-hal seperti ini agar bisa jadi perhatian bersama," tegasnya.

Ia meminta agar Pemda dapat segera mencari tahu penyebab banyaknya kasus stunting di Ketapang, lantaran menurutnya kasus-kasus seperti ini bisa terdeteksi melalui Posyandu atau Pustu yang selama melayani masyarakat dan harusnya bisa segera ditanggulangi sehingga jumlahnya tidak signifikan seperti ini.

"Kita minta jangan lagi diam-diam kalau ada kasus seperti ini. Ini persoalan serius jangan dibiarkan kalau tidak mau Ketapang dicap seperti daerah yang kerap terdapat kasus gizi buruk seperti di Papua," terangnya. (teo)