BRI Ogah Beber ke Publik Soal Nama Rekening BUMD Ketapang Mandiri

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 590

BRI Ogah Beber ke Publik Soal Nama Rekening BUMD Ketapang Mandiri
Bupati Ketapang, Martin Rantan didampingi Plt Direktur BUMD Ketapang Mandiri serta Kabag Hukum Setda Ketapang berfoto bersama pihak BRI usai melakukan konsolidasi terkait persoalan BUMD Ketapang Mandiri. (SP/Teo)
KETAPANG, SP – Terkait persoalan BUMD Ketapang Mandiri, hingga menyebabkan operasional SPBU mandek lantaran permasalahan dokumen setoran yang menyangkut rekening, pihak BRI Ketapang melalui Asisten Manager Pemasaran (AMP), Arif Widodo enggan membeberkan atas nama siapa rekening tersebut.

Apakah atas nama pribadi pengurus lama atau BUMD Pemkab Ketapang.

"Kami saat ini belum bisa membukanya mengenai dokumen yang ada di kami, jadi belum beri komentar ke media, nanti jelasnya kalau bersedia kita akan siapkan Legal Officer untuk menjawabnya nanti," jelasnya.

Dia mengatakan persoalan ini merupakan permasalahan internal BUMD itu sendiri. Pihaknya selaku penerima setoran harus menerima setoran sesuai dokumen yang ada.

"Sedangkan dokumen yang ada saat ini masih menyebutkan pengurus lama, jadi kami harus konsolidasi, terlebih Kepala Cabang masih di luar kota," ungkapnya, Jumat (23/2).

Pihaknya juga telah menyampaikan ke bupati, mengenai dokumen, pihaknya tidak ahli menetapkan yang mana yang benar. Sehingga meminta waktu untuk mengkonsolidasikan masalah ini bersama pimpinan dan pihak Legal Officer (LO) BRI.

Sistem kerja pihaknya dengan SPBU Ketapang Mandiri sama seperti SPBU atau perusahaan lainnya.

"Yang tidak ada pergantian pengurus jalan seperti biasa, di Ketapang Mandiri karena ada pergantian pengurus," jelasnya.

Sementara terkait solusi membuat rekening baru, ia mengaku itu solusi yang disampaikan pihak Ketapang Mandiri bukan pihaknya. BRI saat ini masih mengacu pada dokumen pengurus lama.

"Jadi ke bank lain saran pak Bupati, kalau kita belum bisa sebab kita minta dokumen pendukung dari Pemda untuk dipelajari oleh Legal Officer BRI," jelasnya. (teo)