Air Hujan Berpotensi Merusak Gigi

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 195

Air Hujan Berpotensi Merusak Gigi
Pemeriksaan kesehatan gigi siswa SD. (SP/Theo)
KETAPANG, SP – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Ketapang menggelar penyuluhan dan pemeriksaan gigi terhadap ratusan siswa di dua SDN yakni 14 dan 02 Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Ini sekaligus rangkaian pelantikan PDGI Ketapang dan memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut sedunia.

"Program PDGI pusat melakukan pemeriksaan awal sebelum penyuluhan mengenai cara menyikat gigi anak-anak. Target kita 500 siswa di dua sekolah ini,” kata  ketua panitia kegiatan, Drg Triyatmi, Senin (19/3).

Dari data di Puskesmas binaan Mulia Baru terdapat 80 persen siswa yang mengalami gigi rusak, hal tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan tentang membersihkan gigi.

Ketua PGDI Ketapang, Romy Fernando mengatakan, sejauh ini yang menjadi pemicu permasalahan gigi rusak yakni penggunaan air hujan. Terutama daerah yang tidak tersedia air olahan PDAM. Sehingga sumber air kurang baik dan menampung air hujan untuk menggosok gigi.

"Secara kasat mata air hujan bersih, jernih tapi untuk kandungan mineral dan zat lain untuk melindungi gigi tidak ada, malah sifat air hujan cenderung asam sehingga membuat gigi cepat rusak," terangnya.

Untuk itu, dia berharap warga Ketapang terlebih dengan daerah kondisi geografis yang terdapat sumber air pegunungan, untuk lebih dianjurkan menggunakan air pegunungan ketimbang air hujan atau air di lahan gambut. (teo)