Oknum PLN Air Upas Diduga Tipu Warga

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 370

Oknum PLN Air Upas Diduga Tipu Warga
Warga Desa Sukamlulya, Kecamatan Singkup saat menyampaikan persoalan penipuan. (ist)
KETAPANG, SP - Dugaan penipuan pemasangan listrik di Dusun Gurapjaya, Desa Sukamulya, Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, kembali terjadi.

Kali ini, modusnya, oknum mengaku sebagai pegawai PLN memungut biaya pemasangan listrik namun KwH yang dipasang KwH kosong atau ilegal.

Warga setempat, Arif (28) mengaku menjadi korban penipuan. Ia menceritakan kejadian berawal pada Februari 2018 lalu, ketika dia datang ke Kantor PLN Rayon Air Upas yang menaungi Kecamatan Singkup.

Di sana dia bertemu seseorang berinisial FAN yang mengaku petugas PLN. "Saya sampaikan niat untuk memasang listrik dengan daya 1.300 watt,” katanya, Selasa (10/4).

FAN lalu meminta uang muka pemasangan listrik Rp2 juta. Namun tak langsung diberikan. Arif berjanji membayar jika Kwh sudah terpasang.

"Fandi datang ke rumah dan saya kasi DP Rp1,5 juta untuk rumah saya, kemudian rumah kakak saya Rp1,5 juta jadi total dua rumah Rp3 juta uang mukanya," katanya.

Beberapa waktu, oknum mengaku sebagai pegawai PLN datang menggunakan mobil PLN Rayon Air Upas dan memasang Kwh listrik di rumah Arif dan kakaknya. Mereka melunasi sisa pembayaran yang diminta.

"Total kita bayar Rp7 juta, semua ada bukti pembayarannya pakai kuitansi dan materai, namun ternyata kita ditipu rupanya KwH yang dipasang oleh FAN kosong yang bertuliskan periksa," akunya.

"Sepekan setelah pemasangan, saya hubungi petugas lainnya. Dia mengaku akan men-setting-nya. Tapi dia justru pada akhir Maret kemarin Kwh saya dicabut dengan alasan resmi dan petugas memasangnya bukan pegawai PLN. Saya jadi bingung kok tidak resmi sedangkan saya masangnya dengan petugas PLN yang tinggal dan mangkal di Kantor PLN resmi," tuturnya.

Atas kejadian ini Arif bakal membawanya ke ranah hukum. "Saya merasa ditipu, saya akan laporkan ke Polsek Marau, sebab setahu saya tidak cuma saya jadi korban seperti ini, semoga dengan dilaporkan modus penipuan bisa terungkap," tegasnya. (teo)