Pemasungan Orang dengan Gangguan Jiwa Masih Terjadi di Ketapang

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 298

Pemasungan Orang dengan Gangguan Jiwa Masih Terjadi di Ketapang
Ilustrasi. (antara foto)
KETAPANG, SP - Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Ketapang, menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi, diikuti para camat dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Ketapang serta instansi terkait lainnya, Selasa (10/4).

Dari data Dinas Kesehatan Ketapang, hingga Maret 2018 terdapat 350 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Ketapang, yang mana diantaranya masih dipasung oleh pihak keluarga.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Ketapang sekaligus Ketua TPKJM Ketapang, Basaria Rajagukguk mengatakan, jumlah ODGJ selalu bertambah setiap tahunnya lantaran berbagai faktor. Semacam ekonomi keluarga, sosial budaya dan lainnya. Menurutnya ODGJ hampir terdapat di semua wilayah di Ketapang.

Dari kasus-kasus yang ada, ada beberapa kasus penderita ODGJ, dipasung keluarganya. Seperti yang terjadi di Kecamatan Simpang Dua, Tayap dan Kendawangan. Saat ini sudah dieksekusi untuk dikirim ke Rumah Sakit Jiwa.

"Sampai Maret lalu sudah 10 ODGJ yang kita kirim ke Rumah Sakit Jiwa, untuk tahun 2017 ada 11 orang," ungkapnya.

ODGJ yang dikirim ke RSJ, memang kondisinya tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah. Tapi masih memungkinkan dirawat oleh keluarga dengan didampingi petugas yang memberikan obat kepada ODGJ tersebut.

Dari ODGJ yang ada, mayoritas menimpa keluarga perekonomian menengah ke bawah. Sehingga, memasung dianggap jalan terbaik, karena tidak bisa sembuh. Padahal ODGJ bisa disembuhkan jika pihak keluarga proaktif melaporkan sejak awal. (teo)