Mangkir Undangan Hukum Adat, Warga Ancam Blokir Jalan PT Wanasokan Hasilindo

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 448

Mangkir Undangan Hukum Adat, Warga Ancam Blokir Jalan PT Wanasokan Hasilindo
Ritual adat di rumah adat Serai Serumpun. (ist)
KETAPANG, SP - Pengurus adat Domong Mantir dari tiga desa yakni Beginci Darat, Sira dan Batu Lapis serta Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang mengecam sikap PT Wanasokan Hasilindo, anak perusahaan PT Alas Kusuman Group lantaran mangkir dari undangan hukum adat, Selasa (10/4) di Rumah Adat Serai Serumpun.

Hukum adat sendiri diberikan ke perusahaan lantaran pihak perusahaan telah menebang kayu Belian di wilayah hak adat milik Elianus Poro Pipa di Sungai Kecopung atau Desa Beginci Darat tanpa sepengetahuan pemilik dan pihak desa.

Ketua DAD Kecamatan Sandai, Suwarman mengaku kesal dengan sikap perusahaan yang tidak menghadiri undangan ritual adat tersebut.

"Ini merupakan pelecehan terhadap hukum adat kita. Padahal perusahaan sudah tahu soal sanksi itu, sebab ada surat resmi disampaikan bahkan di pertemuan sebelum juga telah disampaikan, namun perusahaan seolah-olah mengabaikan ini," katanya, Minggu (15/4).

Selama melakukan aktivitas di lokasi tersebut, perusahaan telah menebang 119 batang kayu belian berbentuk log yang jika diolah bisa mencapai ribuan batang kayu. 

Atas perbuatan tersebut  para demong adat memberikan hukum adat atas tindakan perusahaan berupa pergantian untuk satu log kayu diganti dengan satu tempayan berukuran besar, tuak, ayam serta babi satu ekor.

"Selama ini kami selalu diam oleh investasi yang masuk namun bukan menyejahterakan malah merampas hak-hak adat warga, sekarang kami akan bangkit untuk melawan ketertindasan ini," tegas Ketua Perkumpulan Bihak Sekayuq, Sabinus Andi.

Ia meminta pihak perusahaan untuk memiliki itikad baik dan hadir dalam undangan selanjutnya, jika memang perusahaan masih mengabaikan maka pihaknya tentu akan melakukan pergerakan sebagai bentuk perlawanan.

"Bukan tidak mungkin jika perusahaan tidak menghargai kami, maka kami akan buat pergerakan besar bisa dengan memblokir jalan koridor perusahaan bahkan melakukan pemortalan dengan dipasang ancak yang merupakan ritual adat kami serta kami akan mobilisasi massa ke perusahaan," tandasnya. (teo)