Polres Komitmen Tertibkan Senjata Angin Ilegal, Mesti Ada Izin Pengunaan dari Polda

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 537

Polres Komitmen Tertibkan Senjata Angin Ilegal, Mesti Ada Izin Pengunaan dari Polda
ilustrasi. (Net)
Sekretaris Pongo Ranger Ketapang, Widya
"Kami berterimakasih dengan komitmen Kapolres Ketapang. Ke depan kami berharap ada imbauan langsung dari Kapolres, lantaran sangat berpengaruh untuk publikasi, dalam rangka penyadaran kepada masyarakat terkait penggunaan senjata angin ilegal"

KETAPANG, SP - Kepala Kepolisian Resor Ketapang, AKBP Sunario menegaskan, komitmen mendukung penertiban penggunaan senjata angin Ilegal di Kabupaten Ketapang. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Komunitas Pemuda Ketapang Peduli Lingkungan, Pongo Ranger dengan Polres Ketapang, di ruangan Kapolres Ketapang, Selasa (17/4).

Sekretaris Pongo Ranger Ketapang, Widya Sekar Sari mengapresiasi komitmen dan dukungan Kapolres Ketapang dalam hal ini. Ia menjelaskan, audiensi merupakan kegiatan lanjutan dari penandatanganan petisi, menolak penggunaan senapan angin secara ilegal yang dilaksanakan oleh Pongo Ranger di Citymall Ketapang, dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional pada awal bulan lalu.    

Dalam kegiatan itu, ada petisi yang ditandatangani oleh 500 orang yang menjadi media untuk menyampaikan pesan konservasi lingkungan hidup. Termasuk kaitannya dengan penyalahgunaan penggunaan senapan angin.

Untuk itu, ia berharap Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 yang berbunyi senapan angin hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga menembak sasaran di lokasi yang sudah ada izinnya. Kepemilikan senapan angin harus ada izin dari Polda setempat dengan beberapa persyaratan dapat ditegakkan.

"Kami berterimakasih dengan komitmen Kapolres Ketapang. Ke depan kami berharap ada imbauan langsung dari Kapolres, lantaran sangat berpengaruh untuk publikasi, dalam rangka penyadaran kepada masyarakat terkait penggunaan senjata angin ilegal," katanya.

Selain itu, ke depan akan ada komunikasi lebih lanjut dengan Polres Ketapang terkait langkah untuk menghentikan penggunaan senapan angin yang tidak sesuai ini.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengatakan, kalau dirinya sangat mendukung kampanye ini, terlebih senapan angin harus digunakan sesuai peraturan seperti kegiatan latihan atau lomba.

"Ke depan perlu kita pikirkan bersama, bagaimana menyediakan wadah bagi para penembak. Misalkan ada perlombaan, agar hobi mereka bisa tersalurkan dengan cara yang benar," pungkasnya. (teo/pul)

Hanya Digunakan untuk Latihan

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) Agung Prabowo mengeluarkan, surat edaran nomor 257/Sekjen/PB/III/ 2018 perihal penggunaan senapan angin.

Dalam surat edarannya, Agung menegaskan, senapan angin hanya digunakan untuk latihan bukan untuk berburu binatang, apalagi binatang yang dilindungi, sehingga ia meminta hal ini disebarkan kepada semua pengurus perbakin di daerah.

Hal tersebut langsung mendapat perhatian Yayasan Borneo Orangutan (BOSF), di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Humas Yayasan BOSF, Monterado Friedman, beberapa waktu lalu menyatakan, Yayasan BOSF menyambut baik surat edaran dari PB Perbakin tersebut.

Dia berharap,ini bisa segera tersosialisasikan dan dilaksanakan serta dipatuhi oleh seluruh anggotanya, termasuk masyarakat umum yang kerap berburu di hutan, yang selama ini juga ada yang berburu binatang dilindungi seperti orangutan, agar ke dapanya jangan adalagi.

"Kami berharap, setiap orang yang memiliki senapan angin dan bukan anggota perbakin sekiranya edaran ini juga diketahui dan juga tidak lagi berburu binatang dilindungi, karena akan ada sanksinya jika melanggar ketentuan tersebut. Harapan dari inti dari kampanye bersama, stop terror senapan angin kepada orangutan/satwa liar," pungkasnya. (bjr/pul)