Warga Desa Tanjungpura Mengeluh Orangutan Masuk Pemukiman

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 386

Warga Desa Tanjungpura Mengeluh Orangutan Masuk Pemukiman
Orangutan di pemukiman warga. (ist)
KETAPANG, SP - Warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, dihebohkan dengan keberadaan individu Orangutan di pemukiman warga desa tersebut.

Bahkan Orangutan sering memakan buah-buahan milik warga.

"Hari ini Orangutan datang lagi, memanjat pohon dan memakan buah nangka milik warga," ungkap tokoh masyarakat, Mat Amin, Senin (14/5).

Ia melanjutkan, Orangutan yang kerap datang diperkirakan sudah dewasa lantaran memiliki tinggi badan macam manusia dewasa, bahkan Orangutan kadang bisa datang satu atau dua kali dalam sebulan dan memakan buah-buahan di perkebunan warga.

"Kita jadi khawatir kalau buah-buahan sudah habis dia (Orangutan-red) masuk ke pekarangan atau rumah warga, kita takutnya nanti terjadi konflik antara manusia dengan Orangutan kalau tidak segera ditanggulangi oleh pihak terkait," tegasnya.

Apalagi, warga di tempatnya tak hanya mengeluhkan keberadaan Orangutan yang memakan buah-buahan, namun merasa takut jika Orangutan mengamuk atau mengancam keselamatan warga.

"Karena sudah beberapa kali diusir datang lagi, bahkan melawan. Kita minta pihak terkait baik itu BKSDA, Yiari atau apapun untuk segera menindaklanjuti persoalan jangan sampai warga jadi terjerat hukum karena ingin melindungi diri mereka akibat Orangutan yang diduga tidak ada tempat tinggal," mintanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Media and Communication Yiari Ketapang, Heribertus mengaku pihaknya belum bisa memberikan tanggapan mengenai keberadaan Orangutan yang dikeluhkan warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan. 

"Kita juga belum mendapat laporan mengenai kejadian ini, tapi pada intinya kalau ada warga menemukan Orangutan silahkan segera laporkan ke pihak berwenang yakni BKSDA agar bisa segera ditindak lanjuti," pintanya.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan tanpa sepengetahuan atau izin dari BKSDA selaku pihak berwenang, namun jika sudah ada laporan ke BKSDA maka pihaknya tinggal melakukan komunikasi dan kerja sama untuk menanggulangi persoalan tersebut. (teo)