Lomba Cipta Menu Berimbang B2SA, DKPP Harapkan Jadi Ajang Ciptakan Produk Unggulan

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 85

Lomba Cipta Menu Berimbang B2SA, DKPP Harapkan Jadi Ajang Ciptakan Produk Unggulan
TINJAU - Bupati Ketapang, Martin Rantan didampingi Ketua Tim PKK Ketapang, Elisabet Martin dan Kepala DKPP, saat meninjau langsung olahan makanan dalam Lomba Cipta Menu Berimbang, Senin (15/5). (Ist)
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Ketapang menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Berimbang Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis Sumber Daya Lokal 2018, Senin (14/5).

SP - Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor DKKP tersebut, diikuti utusan TP PKK dari 12 kecamatan dan beberapa organisasi, khususnya kewanitaan serta 11 utusan dari tingkat kelurahan dan desa.

Kepala DKPP Ketapang, Agus Hendri mengatakan, satu kelompok terdapat tiga orang peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta menerapkan prinsip masyarakat mengenai pentingnya B2SA.

"Selain itu, juga mendorong kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan pengolahan pangan. Sebab bahan-bahan yang digunakan dalam lomba merupakan bahan olahan dari produk lokal Ketapang," ungkapnya, Senin (14/5).

Ia berharap, melalui kegiatan ini akan memberikan manfaat baik bagi kehidupan sehari-hari maupun bagi daerah, dengan adanya inovasi dan kreatifas makanan dari produk lokal yang diolah dan bisa menjadi produk unggulan yang dapat diproduksi hingga keluar Ketapang.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Elly Hendrawati mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang disesuaikan dengan petunjuk dari pemerintah pusat yang disampaikan oleh Pemprov Kalbar.

Pada pelaksanaan kali ini, pihaknya sengaja menggelar jelang Ramadhan karena diadakan pula pagelaran bazar penjualan pangan pokok daerah, dari beberapa dinas terkait, seperti Dinas Pertanian, Disperindag, Bulog dan lainnya.

"Yang dijual ada tepung, telur, beras yang semuanya merupakan produk lokal dari UMKM Ketapang," terangnya. 

Menurutnya, dalam lomba tersebut ada dua kategori, yakni mengenai pengembangan resep, menu olahan keluarga dan juga kategori kreatifitas pengolahan menu dan pangan lokal yang digunakan sebagai potensi daerah.

Dengan adanya kategori itu, dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam hal pengolahan makanan, serta merubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya sekedar makan, namun harus yang sehat seperti B2SA.

"Kita juga berharap ini bisa jadi nilai ekonomis. Apalagi bisa menyajika makanan dari produk lokal dengan penuh inovasi, bukan tidak mungkin akan menjadi makanan unggulan yang bisa diproduksi dan diperjual belikan hingga luar Ketapang," tukasnya. (theo bernadhi/pul)