Warga Sungai Kelik Datangi Dinas Perkim-LH Soal Surat Gugatan Bertanda Tangan Palsu

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 234

Warga Sungai Kelik Datangi Dinas Perkim-LH Soal Surat Gugatan Bertanda Tangan Palsu
Warga datangi Dinas Perkim-LH. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Puluhan masyarakat Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, mendatangi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) setempat, Kamis (17/5).

Mereka mempertanyakan keaslian surat gugatan yang disampaikan oknum warga yang telah memalsukan tanda tangan masyarakat Desa Sungai Kelik baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia ke dinas tersebut beberapa waktu lalu.

"Di Polres kami sudah datang meminta kejelasan proses hukum dan kami sudah mendengar jawaban dari Polres yang saat ini masih melakukan penyelidikan pada kasus ini. Sedangkan ke Perkim-LH kami datang untuk meminta dilihatkan surat gugatan asli yang dibuat Sandi yang di dalamnya berisikan tanda tangan masyarakat sehingga bisa dengan jelas kami ketahui masyarakat mana saja yang tanda tangannya dipalsukan," kata Mantan Kepala Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Saprol.

Sementara itu, pihak dinas mengaku tidak memiliki surat gugatan asli, melainkan fotokopinya saja.

"Yang datang ke Perkim-LH warga merasa tanda tangan dipalsukan, makanya datang melihat apakah ada warga lain yang tanda tangannya dipalsukan, kalau dari surat asli tentu kelihatan, kalau cuma fotokopi pasti ada tidak kelihatan," terangnya.

Dia mempertanyakan pihak dinas yang mau menerima surat gugatan fotokopian, padahal legalitasnya meragukan.

Surat ini, disebutkan membuat masyarakat resah lantaran berisi tanda tangan yang dipalsukan.

Surat gugatan itu, berisikan beberapa item gugatan. Mengatasnamakan masyarakat, menggugat pencemaran limbah oleh PT LSM, penggusuran kuburan dan lainnya. Padahal pada kenyataannya masyarakat tak pernah masalah dengan persoalan ini.

Akibat hal ini, masyarakat merasa di-adu domba dengan perusahaan tempat mereka bekerja oleh oknum warga yang mengatasnamakan masyarakat. 

Sementara itu, Asmara satu diantara warga Dusun Tanjung Perak, Desa Sungai Kelik yang berprofesi sebagai nelayan mengaku kesal dengan adanya pemalsuan tanda tangan bahkan isi gugatan yang mengatasnamakan nelayan, yang terganggu mata pencahariannya akibat tudingan oknum warga terhadap limbah perusahaan. (teo)