PLN Sandai Dituding Hambat Warga Rasakan Listrik Negara

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 379

PLN Sandai Dituding Hambat Warga Rasakan Listrik Negara
Ilustrasi. (net)
KETAPANG, SP - Puluhan Warga Desa Semandang Kiri, Kecamatan Simpang Hulu hingga saat ini terus mendambakan aliran listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun Harapan itu tak kunjung terealisasi lantaran KwH meter untuk 32 pelanggan sampai saat ini belum dikeluarkan oleh pihak PLN setempat.

Padahal warga melalui instalatir sudah memasang instalasi dan melakukan pengajuan bahkan pembayaran sejak beberapa bulan lalu.

Adriana Sinolingga (36) satu diantara warga Desa Balai Semandang, biaya pemasangan listrik di daerahnya sangat mahal sehingga banyak warga tak mampu memasangnya. Tapi warga dapat harapan dari PT Raja Intan yang menawarkan biaya relatif jauh lebih murah dan dibayar ketika listrik sudah menyala.

"Biasanya di balai pemasangan listrik mahal dan harus bayar dulu. Makanya kami sangat terbantu dengan adanya PT Raja Intan yang menawarkan biaya murah. Kami juga tidak khawatir tertipu sebab bayarnya tunggu menyala," akunya, Senin (21/5).

Sejak beberapa bulan lalu pihak instalatir juga sudah memasangkan instalasi di rumahnya dan pelanggan lainnya dan telah menalangkan biaya pemasangan instalasi, SLO dan biaya pemasangan baru sehingga saat ini hanya tinggal menunggu KwH meter dari PLN agar listrik bisa menyala. 

Akan tetapi pada kenyataannya hingga saat ini PLN setempat tidak kunjung mengeluarkan KwH meter pihaknya.

"Kendalanya apa kami juga bingung, padahal syaratnya sudah dipenuhi, makanya muncul banyak opini negatif di tengah masyarakat kalau PLN Ranting Balai mau memonopoli pemasangan listrik," katanya.

Menurutnya PLN setempat memberikan syarat khusus jika memang mau mendapat tanda tangan pejabat PLN setempat. Terkait pengeluaran KwH meter yakni dengan membebankan perandangan atau pembersihan lahan kepada pihak instalatir atau kepada PT Raja Intan. (teo)