Imigrasi Ketapang Tangkap TKA Ilegal di Lokasi Proyek PLTU Tembilok

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 4681

Imigrasi Ketapang Tangkap TKA Ilegal di Lokasi Proyek PLTU Tembilok
Pekerja asing yang diamankan. (ist)
KETAPANG, SP - Kantor Imigrasi Kelas III Ketapang, menangkap 18 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Tiongkok, saat sedang bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tembilok Kecamatan Muara Pawan, Jumat (25/5) petang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Ketapang, Darmunansyah mengatakan, pekerja asing itu tak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian.

"Awalnya kita dapat laporan dari masyarakat yang sering melihat orang asing di lokasi kerja. Dari situ kita lakukan sidak mandiri," katanya, Minggu (27/5).

Sekitar empat petugasnya mendatangi lokasi pembangunan PLTU melalui jalur sungai dari Desa Sukabangun, dan menemukan sejumlah WNA sedang bekerja mulai dari bagian luar, dalam hingga bagian atas gedung PLTU.

"Total semua 18 orang. Karena tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian mereka kita langsung amankan ke Kantor Imigrasi Ketapang untuk diperiksa lebih lanjut," terangnya.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan satu persatu terhadap 18 TKA. Tak hanya memeriksa, pihaknya juga sudah memanggil manajemen perusahaan yang bertanggung jawab mendatangkan pekerja ini untuk datang ke kantor Imigrasi dan meminta penjelasan pasti.

"Perusahaan dari PLTU PT Ketapang Arya Power yang mendatangkan pekerja ini. Para WNA selain tak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian tetapi juga keberadaan mereka di Ketapang tidak dilaporkan oleh pihak perusahaan," tuturnya.

Informasi keberadaan mereka di lokasi pembangunan PLTU sudah lama terdengar. Bahkan pada 14 Mei lalu Timpora juga telah melakukan sidak ke lokasi, namun tidak berhasil menemukan orang asing.

"Nanti tentu akan ada sanksi kalau semua pemeriksaan sudah kita lakukan, kita lihatlah, pasti ada," tegasnya. (teo)