Polres Didesak Tangkap Oknum PNS Ketapang Diduga Lakukan Ujaran Kebencian

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 580

Polres Didesak Tangkap Oknum PNS Ketapang Diduga Lakukan Ujaran Kebencian
SR ketika meminta maaf. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Puluhan masyarakat mengatasnamakan Laskar Muslim Ketapang (Lamka), mendatangani Kantor BKD PSDM dan Mapolres Ketapang, guna mendesak agar memberikan sanksi terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga telah melecehkan pemuka agama dan agama tertentu, terkait aksi 212 di Ketapang.

Warga yang berunjuk rasa, mendesak Polres sesegera mungkin memproses laporan resmi terhadap oknum PNS yang bekerja di Humas Pemda Ketapang berinisial SR tersebut.

Unggahan SR di laman Facebooknya memantik kemarahan lantaran berkata kasar dan menjelekkan sebuah aksi yang terkait 212.

Unggahan yang dilaporkan pada Jumat (1/6) atas nama pelapor Isa Anshari. Menurutnya, ulah oknum PNS itu membuat suasana keamanan Ketapang menjadi terganggu lantaran melecehkan berbagai pihak.

"Tuntutan sudah kami sampaikan agar Pemda memecat oknum PNS itu, kemudian kami datang ke Polres berharap laporan kami segera diproses karena bukan baru satu kali yang bersangkutan berbuat tapi sudah beberapa kali bahkan terakhir sempat dilaporkan warga namun damai diatas materai 6000," ungkapnya, saat mediasi di Mapolres Ketapang, Senin (4/6).

Ia melanjutkan, yang bersangkutan diketahui kerap mengunggah kalimat-kalimat yang dinilai menyudutkan umat Islam khususnya ulama dan para alumni 212. Hal ini tentu memicu terjadinya gejolak di tengah masyarakat akibat unggahan yang disampaikan oleh pelaku.

"Kami minta dia meminta maaf agar masyarakat yang tersinggung bisa tenang, apalagi sudah banyak masyarakat mau mencari dirinya. Lagian dia membuat masalah sendiri, sesuatu yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang PNS," tegasnya.

Meskipun sudah meminta maaf, namun pihaknya tetap meminta Polres Ketapang mengusut dan memproses secara hukum laporan yang disampaikan berikut dengan bukti-bukti unggahan yang dilakukan oleh pelaku.

"Sekarang pelaku mengaku terancam, minta perlindungan. Aneh, kalau tidak mau terancam kenapa memposting hal-hal menyinggung perasaan orang lain. Kalau merasa tidak senang dengan person silahkan sampaikan ke person bukan malah menggeneralisir alumni 212 ke arah negatif. Kami harap pelaku bisa diberi sanksi tegas yakni hukuman penjara," tegasnya. (teo)