203 PNS di Ketapang Pensiun Tahun Ini

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 212

203 PNS di Ketapang Pensiun Tahun Ini
Ilustrasi (Net)
KETAPANG, SP - Sebanyak 203 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang akan memasuki masa purna tugas atau pensiun pada tahun 2018 ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM) Ketapang, Revalianto mengatakan, untuk mengatasi kekurangan PNS, pihaknya sudah mengusulkan kuota untuk penerimaan CPNS kepada Kemenpan RB, sesuai dengan jumlah pegawai yang akan pensiun.

“Sudah kita usulkan, jumlahnya sesuai dengan yang pensiun. Tapi sampai sekarang belum ada surat resmi balasan apakah usulan kita semua diakomodir. Jadi kita masih menunggu,” kata Revalianto, Selasa (5/6).

Ia melanjutkan, 203 pegawai yang pensiun tersebut terdiri dari berbagai formasi. Namun dari jumlah tersebut didominasi tenaga pendidik atau guru sehingga nanti penerimaan pegawai kemungkinan akan menyesuaikan dengan kondisi ini.
“Untuk formasi nanti yang buat bagian organisasi,” katanya.

Revalianto menambahkan, pihak Menpan RB beberapa waktu lalu memang ada mengirim surat terkait formasi penerimaan CPNS yang diantaranya adalah guru dan tenaga kesehatan. Namun untuk kepastian kapan penerimaan CPNS dimulai, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pihak Menpan RB.

“Nanti itu pendaftarannya bisa via online. Sedangkan untuk tes CAT kita memang sudah diminta siapkan di antaranya di SMKN 2. Jadi tes CAT bisa di Ketapang, hanya saja untuk waktunya kita masih menunggu informasi resminya karena ini infonya serentak dengan daerah lain. Kalau memang informasi resmi sudah ada maka akan kami langsung tindak lanjuti dan infokan kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Ketapang, Achmad Soleh menyambut baik adanya rencana penerimaan CPNS. Namun ia meminta hal tersebut dapat dipastikan terlebih dahulu dan menunggu informasi resmi.

“Kami berharap informasi dapat dipastikan terlebih dahulu karena pada momen seperti ini biasanya banyak oknum-oknum mencari keuntungan dengan melakukan berbagi modus penipuan, jadi masyarakat jangan mudah percaya sebelum adanya informasi resmi,” katanya. (teo)