Pelaksana Jalan Nasional Dinilai Abai terhadap Keluhan Warga

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 677

Pelaksana Jalan Nasional Dinilai Abai terhadap Keluhan Warga
Kondisi ruas Jalan Nasional Ketapang-Siduk, tepatnya di turunan Jembatan Pawan II, Sukaharja, Delta Pawan, Ketapang (SP/Theo)
KETAPANG, SP – Warga terus mendesak agar kerusakan ruas jalan di Jalan Nasional Ketapang-Siduk, tepatnya di turunan Jembatan Pawan II, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang dapat segera diperbaiki. Warga menilai pihak yang bertanggungjawab abai terhadap keluhan masyarakat.

Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi mengaku kecewa dengan pihak terkait, khususnya pelaksana pekerjaan pembangunan dan perawatan jalan nasional tersebut. Ia menilai pelaksana dan pihak terkait terkesan tidak peduli dan mengabaikan keluhan masyarakat lantaran sampai saat ini tidak melakukan perbaikan di titik jalan tersebut.

Meski kerap dikeluhkan, kondisi ruas jalan tersebut hingga kini masih memprihatinkan. Rusak dan berlubang. Bahkan ketika hujan turun, jalan digenangi air layaknya sebuah kolam.

“Sudah banyak warga terjatuh karena jalan rusak itu. Setahu saya keluhan warga telah beberapa kali diekpos di media, tapi pihak berwenang yang bertanggungjawab santai-santai saja dan cuek,” katanya, Selasa (5/6).

Ia melanjutkan, padahal saat ini sedang dilakukan pembangunan ruas Jalan Nasional Ketapang-Siduk dengan total anggaran mencapai puluhan miliar, yang mana dana tersebut tak hanya untuk pembangunan namun informasinya juga untuk perawatan jalan tersebut.

“Tapi sekarang tidak diperbaiki. Mungkin menunggu ada korban jiwa, terus masyarakat mengamuk baru diperbaiki,” ketusnya.

Yopi (38) warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan mengaku resah dengan kondisi jalan tersebut. Bahkan ia sempat menjadi korban rusaknya jalan nasional tersebut.

“Saya kemarin jatuh, beruntung tidak kenapa-kenapa hanya luka sedikit. Memang berbahaya jalannya rusak tepat di bawah jembatan. Kalau masyarakat tidak tahu, ketika kendaraan melaju pasti terjatuh,” terangnya.

Untuk itu, ia mendesak pihak terkait segera memperbaikinya dan meminta pihak SPBE yang berada tepat di depan jalan yang rusak juga turut andil memperbaikinya dan jangan saling cuek sehingga mengorbankan keselamatan masyarakat pengguna jalan yang melintas.

“Pelaksana jalan nasional, SPBE kita minta peka, jangan diam melihat kondisi ini. Bapak bupati juga mesti menegur pelaksana dan SPBE, meskipun itu jalan nasional karena yang melintasi jalan adalah masyarakat Ketapang,” tukasnya. (teo)