PN Ketapang Putuskan Class Action terhadap PT LSM Tak Penuhi Syarat

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 428

PN Ketapang Putuskan Class Action terhadap PT LSM Tak Penuhi Syarat
Sidang putusan PN Ketapang memutuskan class action terhadap PT LSM tak penuhi syarat. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Pengadilan Negeri (PN) Ketapang menggelar sidang mengenai gugatan Class Action atau prosedur gugatan perwakilan kelompok yang dilakukan oleh M Sandi Cs terhadap tergugat PT Ladang Sawit Mas (LSM).

Dalam putusan tersebut Majelis Hakim PN Ketapang memutuskan gugatan class action dianggap tidak memenuhi syarat dan gugatan tersebut diberhentikan.

"Majelis hakim mengadili pertama class action dianggap tidak sah, kedua memerintahkan pemeriksaan perkara dihentikan dan ketiga menghukum penggugat membayar ganti rugi perkara sebesar Rp1.041.000," kata Hakim ketua, Tommy Manik saat membacakan putusan sidang, Rabu (6/6).


Sementara itu, Kuasa hukum PT LSM, Muhammad Supono, bersyukur atas putusan majelis hakim yang menghentikan perkara lantaran gugatan class action penggugat yang dinilai tidak memenuhi syarat.

"Memang secara materil dan formil pasal 2 dan 3 tidak memenuhi syarat, apalagi identitas penggungat yang mengatasnamakan kelompok nelayan tidak benar dan tidak terbukti, ditambah lagi adanya mengaku kerugian dan kerusakan tidak bisa dirincikan secara jelas oleh penggugat," katanya saat ditemui usai persidangan.

Menurutnya yang disampaikan penggugat terdiri dari empat kelompok diantaranya M Sandi yang mengaku membawahi 50 warga berprofesi nelayan, tidak sesuai dan bisa dibilang sebagai rekaan saja.

"Makanya atas dasar pertimbangan tersebut hakim memutuskan kalau gugatan tidak memenuhi syarat, kemudian perkara dihentikan bahkan penggugat diminta bayar ganti rugi persidangan," tuturnya.

 Pihaknya sebagai tergugat menerima putusan tersebut. Dan tentunya tak ada ruang hukum setelah putusan dihentikan. Kendati demikian, pihaknya juga siap jika tergugat melakukan langkah lainnya apalagi dari hasil persidangan sudah jelas apa yang disampaikan penggugat tidak benar adanya. (teo)