Jelang Lebaran, Penumpang Pesawat di Bandara Rahadi Oesman Meningkat 100 Persen

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 220

Jelang Lebaran, Penumpang Pesawat di Bandara Rahadi Oesman Meningkat 100 Persen
Suasana penumpang yang memenuhi Bandara Rahadi Oesman Ketapang. (SP/Teo)

KETAPANG, SP - Menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, aktivitas mudik di Bandara Rahadi Oesman Ketapang mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan arus mudik pada tahun ini mencapai 100 persen.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Suhardoyo mengatakan, terjadi lonjakan penumpang yang menyebabkan aktivitas di bandara meningkat sejak beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan, kepadatan penumpang terjadi pada Rabu (7/6) yang mana penumpang yang berangkat dari Ketapang mencapai 800 orang sedangkan yang datang ke Ketapang sebanyak 500 orang, kemudian berlanjut pada Kamis (8/6) jumlah penumpang berangkat kembali meningkat menjadi 813 orang dan yang datang menjadi 718 orang.

"Kenaikannya signifikan, kalau hari biasa yang datang dan berangkat rata-rata berkisar 300 hingga 400 orang saja," ungkapnya, Minggu (10/6).

Ia menambahkan, guna mengantisipasi meningkatnya arus mudik tersebut, beberapa maskapai melakukan penamabahan jam penerbangan baik yang berangkat dari Ketapang maupun datang dari luar Ketapang.

"Sampai saat ini aktivitas masih berjalan lancar dan harapan semua berjalan aman, lancar sampai arus mudik selesai," katanya.

Yuli satu diantara pemudik lebaran berharap kepada pihak terkait agar dapat mengawasi atau mengontrol lonjakan harga tiket pesawat sehingga tidak membebankan masyarakat.

"Karena harga tiket sekarang naiknya signifikan, saya beli sampai Rp700 ribu satu tiket," akunya.

Untuk itu, ia berharap hal-hal seperti ini bisa diantispasi agar tidak membebankan masyarakat yang ingin mudik, meskipun naik tentu harapannya tidak signifikan. Selain itu hal yang tidak kalah penting pelayanan maskapai kepada penumpang.

"Terutama soal waktu, jangan sampai delay berkepanjangan dan tanpa pemberitahuan, sebab sering ada maskapai yang kerap delay," tukasnya. (teo)