11 Titik Panas Terpantau di Ketapang, 2,5 Hektare Lahan Terbakar

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 182

11 Titik Panas Terpantau di Ketapang, 2,5 Hektare Lahan Terbakar
Tim gabungan melakukan grouncheck di titik hotspot di Ketapang. (Ist)
KETAPANG, SP - Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Ketapang memantau sedikitnya 11 titik panas (hotspot) di sejumlah kecamatan yang ada di Ketapang dalam sepekan terakhir. Dari 11 hotspot tersebut ditemukan bekas kebakaran hutan seluas 2,5 hektare.

Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman mengatakan, 11 titik hotpsot didapat dari pantauan berbagai satelit diantaranya satelit Terra, Aqua hingga NOA.

"Dari data satelit yang kami pantau terdapat 3 titik hotspot pada tanggal 3 Juni diantaranya di Kendawangan 1 titik, Nanga Tayap 2 titik. Tanggal 5 Juni terdapat 3 titik hotpsot yakni di Kendawangan 1 titik, Simpang Hulu 1 titik dan Air Upas 1 titik," ungkapnya, Senin (11/6).

Ia melanjutkan, sedangkan pada 7 Juni kembali terdeteksi 1 titik hotspot di Kendawangan, kemudian tanggal 8 Juni terdapat 2 titik di Pemahan serta pada 8 Juni terdapat lagi 2 titik di Tumbang Titi dan Kendawang.

"Jadi totalnya selama Juni sudah ada 11 titik hotspot," terangnya.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan data titik hotspot tersebut, pihaknya bersama dengan TNI dan Polri kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan (grouncheck) hotspot untuk memastikan apakah hotspot merupakan kejadian kebakaran atau bukan.

"Dari hasil pengecekan di lapangan, dari 11 titik hotspot ada yang merupakan kejadian kebakaran namun ada juga bukan lantaran merupakan efek sun glint atau pantulan cahaya panas matahari yang tertangkap satelit," tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk lokasi titik hotpsot yang ditemukan adanya bekas kebakaran diantaranya pada tanggal 3 Juni seluas 1,7 hektar, 7 Juni 0,5 hektar serta 8 Juni 0,3 hektar yang mana saat dilakukan grouncheck di lokasi memang kebakaran atau api telah padam sehingga pihaknya hanya menemukan areal bekas terbakar. (teo)