Kapolres Bantah Ada Kantor Polisi Bersama Indonesia-Tiongkok di Ketapang

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 9524

Kapolres Bantah Ada Kantor Polisi Bersama Indonesia-Tiongkok di Ketapang
Foto bersama jajaran Polres Ketapang dengan Kepolisian Tiongkok di monumen Kantor Polisi Bersama. (Ist)
KETAPANG, SP – Di media sosial beredar foto monumen Kantor Polisi Bersama dengan gambar bendera Indonesia dan Tiongkok di kawasan industri PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park.

Pada monumen atau plakat itu bertuliskan Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten  Ketapang, Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou, Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park, Kantor Polisi Bersama.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario menegaskan bahwa monumen tersebut hanya sebuah contoh yang dibawa pihak kepolisian Resor Suzho ke Ketapang, tanpa adanya kantor polisi bersama.

"Tadi (kamis-red) ada kunjungan dari mereka yakni Walikota yang merangkap kepolisian Suzhou. Kedatangan mereka mau mengajak kita kerjasama polisi China dengan Indonesia. Tapi kerjasama itu tidak boleh dikita, harus dengan Mabes Polri," ungkapnya, Kamis (12/7) malam.

Ia menjelaskan bahwa plakat atau monumen yang ada foto-foto tersebut merupakan plakat yang dibawa oleh pihak kepolisian China dan merupakan contoh yang mau dipasang nantinya jika sudah terjalin kerjasama.

"Jadi ceritanya, mereka menginap di perusahaan, jadi mengajak kunjungan ke pabrik perusahaan, sampai di sana ditunjukkannya ke kita monumen atau plakat itu sebagai contoh kalau nanti ada kerjasama," jelasnya.

Ia menambahkan, namun karena tidak ada kerjasama dan MoU dengan Mabes Polri, maka pihaknya membawa contoh monumen itu ke Polres Ketapang agar tidak disalahgunakan, dan pihaknya menyarankan terkait proses kerjasama harus dengan Mabes Polri.

"Pihak keamanan mereka sudah dua kali datang ke Ketapang untuk kerjasama, tapi tidak bisa, karena kerjasama harus ke Mabes. Jadi kita sarankan dan mereka katanya mau buat surat ke Mabes Polri untuk kerjasama tersebut. Yang jelas tidak ada kantor polisi bersama di perusahaan itu, kita juga tidak bisa melarang tamu dating, agak repot kita," akunya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah perusahaan sudah beroperasi, yang jelas diakuinya perusahaan lagi dalam tahap membangun dan bergerak pada bidang pabrik singkong.

"Intinya foto-foto itu jangan disalahartikan menjadi informasi tidak benar, saya tegaskan tidak ada kantor bersama polisi," tukasnya. (teo)