Protes di Media Sosial, Pak Bupati Sandai Bosan dengan Jalan Rusak

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 807

Protes di Media Sosial, Pak Bupati Sandai Bosan dengan Jalan Rusak
Foto dua pemuda sedang berjongkok memegang spanduk bertulisan Pak Bupati, Sandai bosan dengan jalan rusak. (Ist)
KETAPANG, SP - Seiring berkembangnya jaman, muncul cara-cara baru menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemimpin. Mengkritik atau melakukan protes kepada pemerintah secara terbuka melalui media sosial. 

Seperti yang dilakukan sejumlah pemuda di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Mereka melakukan aksi protes kepada Pemda Ketapang dengan mengunggah sejumlah foto di media sosial Facebook dan menjadi viral.

Dalam foto tersebut tergambar dua pemuda sedang berjongkok memegang spanduk bertulisan "Pak Bupati, Sandai Bosan Dengan Jalan RUSAK" di jalan berlumpur. Ada pula gambar spanduk lain bertuliskan mempertanyakan visi misi Bupati Ketapang tentang meningkatkan insfrastruktur daerah.

Almuhayan satu di antara pemuda yang melakukan aksi protes mengatakan, foto-foto spanduk di lokasi jalan rusak sengaja diunggah sebagai bentuk protes kepada Bupati Ketapang atas kondisi jalan di wilayah mereka.

"Postingan itu sebagai bentuk tuntutan kami kepada Pemda agar segera melakukan perbaikan jalan, karena sudah kurang lebih 10 tahun kami merasakan kondisi ini," katanya, Selasa (17/7).

Menurutnya, selama ini masyarakat Sandai hanya diam, namun dia dn beberapa warga lainnya mengaku sudah bosan dengan kondisi ini, sehingga melakukan aksi protes yang kemudian diviralkan.

"Selain mengkritik pemerintah, aksi kami juga untuk membangkitkan semangat kawan-kawan, khususnya mahasiswa dan pemuda di Sandai untuk kritis mengenai hal-hal berkaitan dengan kepentingan umum," tuturnya.

Almuhayan mengungkapkan, kerusakan jalan di wilayahnya cukup memprihatinkan. Ketika musim hujan maka digenangi air seperti layaknya kolam, sedangkan musim panas berdebu sehingga menganggu jarak pandang dan debunya mengotori rumah-rumah warga.

"Biasanya masyarakat sukarela memperbaiki, makanya aksi ini sebagai bentuk kritik kami ke Pemda yang memiliki visi misi menuju masyarakat sejahtera dan meningkatkan infrastruktur, sementara kami di daerah sama sekali belum merasakan janji dari visi misi tersebut," akunya.

Ia mengaku, meskipun aksi yang dilakukan hanya diikuti segelintir orang, namun upaya mereka cukup banyak didukung masyarakat, bahkan menaruh harapan besar agar jalan dapat segera diperbaiki.

Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus menilai aksi protes tersebut merupakan hal wajar dari masyarakat yang mendambakan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan.

"Itu merupakan harapan rakyat yang saya nilai wajar, tinggal Pemda dalam hal ini Pak Bupati, DPRD harus merespon harapan masyarakat tersebut," katanya.

"Kecamatan Sandai wilayahnya cukup luas, jadi perlu perhatian. Kita berharap di APBD Perubahan atau APBD 2019 bisa dianggarkan, baik perbaikan jalan berlubang maupun pembangunan jalan yang sudah ada di timbun tanah," harapnya.

Untuk itu, ia berharap apa yang disampaikan masyarakat harus menjadi motivasi daerah untuk terus meningkatkan pembangunan. Namun ia juga berharap masyarakat dapat bersabar karena pembangunan yang dilakukan tentu bertahap dan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. (teo)