Warga Keluhkan Jalan Nasional Ketapang-Siduk, Desak Pelaksana Perbaiki Lubang Jalan

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 124

Warga Keluhkan Jalan Nasional Ketapang-Siduk, Desak Pelaksana Perbaiki Lubang Jalan
Kondisi Jalan Nasional Ketapang-Siduk Berlubang
Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir
"Segera diperbaikilah, meskipun waktu pelaksanaan pekerjaan masih lama, tapi jangan menunggu waktu selesai baru diperbaiki, sebab jalan dilalui banyak orang setiap harinya,"

KETAPANG, SP - Yadi (36) warga Desa Sei Awan, Kecamatan Muara Pawan mengeluhkan kondisi jalan nasional Ketapang-Siduk yang terdapat banyak lubang yang dinilai bisa membahayakan pengendara termasuk dirinya yang kerap melintas. Ia mendesak pelaksana Jalan nasional untuk bekerja dengan serius dan segera memperbaiki lubang-lubang disepanjang jalan tersebut.

"Lubangnya banyak di sepanjang jalan nasional Ketapang-Siduk, bahkan ada yang sudah dalam. Ini kan membahayakan kami selaku pengendara," katanya dengan ketus, Senin (16/7).

Kondisi jalan berlubang sudah lama terjadi, namun sampai saat ini belum diperbaiki oleh pelaksana pekerjaan. Padahal setahu dirinya kalau anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional Ketapang-Siduk mencapai Rp 42 miliar dan waktu pelaksanaannya sudah berjalan.

Anggaran satu paket sama pekerjaan jalan di DI Panjaitan, diberikan apresiasi karena jalan sudah selesai, meskipun sempat diproses warga karena pelaksana terkesan mengabaikan keluhan warga terkait kerikil. “Sekarang kami minta jalan-jalan berlubang sepanjang jalan Ketapang-Siduk diperbaiki, jangan menunggu masyarakat protes baru bekerja," mintanya.

Ia menambahkan, jalan yang berlubang semakin berpotensi menyebabkan laka lantas ketika dilalui pada malam hari, lantaran kondisi jalan yang tidak semua mendapat penerangan ditambah lubang dalam, sehingga dapat menyebabkan pengendara terjatuh.

"Kita minta segera diperbaiki, jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Kepada kementerian kita minta untuk mengawasi pelaksana agar bekerja serius, dan jika lalai harus diberi sanksi tegas," terangnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir meminta pelaksana jalan nasional Ketapang-Siduk untuk segera memperbaiki lubang-lubang di sepanjang jalan tersebut yang menjadi keluhan masyarakat.

"Segera diperbaikilah, meskipun waktu pelaksanaan pekerjaan masih lama, tapi jangan menunggu waktu selesai baru diperbaiki, sebab jalan dilalui banyak orang setiap harinya," katanya.

Ia melanjutkan, dirinya sangat mendukung adanya pembangunan jalan nasional dari dana APBN lantaran dapat meringankan beban keuangan daerah dan membuat infrastruktur menjadi bagus, namun meskipun dana tersebut dari pusat dan kewenangan bukan di Kabupaten tetapi tentu masyarakat berhak menyampaikan keluhan dan harapannya.

"Jangan tunggu ada korban terjatuh karena lubang baru diperbaiki. Kementrian tolong diawasi dan dipantau pelaksananya agar segera memperbaiki lubang-lubang yang dapat membahayakan keselamatan pengendara," tukasnya.

Banyak Kerikil dan Berbahaya

Agus (29), warga Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan mengaku kesal dan kecewa dengan pihak pelaksana pembangunan Jalan Nasional Ketapang-Siduk, khususnya pada pengerjaan ruas Jalan DI Panjaitan yang tidak dikerjakan hingga tuntas.

Pasalnya, sampai saat ini ruas jalan di dua persimpangan jalan di Agoesdjam dan Mapolres Ketapang dipenuhi batu-batu kerikil yang dinilai dapat membahayakan pengendara.

"Kita kesalah, kenapa pembangunan jalan tidak diselesaikan bahkan terkesan diabaikan. Padahal sepanjang jalan DI Panjaitan sudah dibangun, kenapa di dua persimpangan seolah dibiarkan seperti saat ini," ungkapnya. (teo/lis)