Perusahaan Akui Lalai Bangun Patung dan Plang Jalan Bertuliskan Bahasa China

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 4864

Perusahaan Akui Lalai Bangun Patung dan Plang Jalan Bertuliskan Bahasa China
Patung seniman dan plang nama jalan bertuliskan aksara China di lingkungan perusahaan. ( SP/Teo)
KETAPANG, SP - Terkait dipasangnya nama-nama jalan di lingkungan perusahaan menggunakan aksara China dan adanya patung setinggi enam meter yang dituding sebagai tokoh komunis, pihak PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park telah memberikan klarifikasi dan mengaku tidak akan memasang barang-barang tersebut lagi.

"Kita tidak akan pasang lagi, yang tidak boleh," ungkap perwakilan perusahaan sekaligus penerjemah bahasa, Ashiong, Kamis (19/7).

Ia mengakui bahwa pemasangan nama jalan menggunakan bahasa China serta adanya patung seniman kayu dari China lantaran ketidaktahuan dan kelalaian dari pihak perusahaan sebagai para pendatang.

"Mereka belum lama datang, perlu adaptasi mana boleh dan tidak, makanya ketika mereka konsultasi ke saya, saya suruh cabut dan perusahaan menuruti itu. Ini mutlak karena kelalaian perusahaan akibat ketidaktahuan mereka," tukasnya.

Sebelumnya, ratusan masyarakat Ketapang bersama dengan Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) melakukan unjuk rasa di Kantor perusahaan Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park yang merupakan perusahaan dari PT BSM, Kamis (19/7).


Pengunjuk rasa menuntut perusahaan agar mencabut plang nama jalan yang bertuliskan aksara China serta sebuah patung tokoh China setinggi enam meter yang disinyalir sebagai tokoh komunis yang dipajang di area perusahaan di Desa Sei Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Ketua FPRK, Isa Anshari menegaskan, selain menyampaikan tujuh tuntutan, kedatangan mereka juga karena ingin merobohkan plang nama jalanserta patung tersebut.

Patung tersebut kata Isa patut diduga sebagai tokoh komunis karena sedang memegang sebuah barang menyerupai palu dan disamarkan dengan sebuah ikat pinggang yang menurutnya menyerupai sebuah arit.

"Kalau dilihat memang seperti palu dan arit, makanya kami datang mau merobohkan patung itu, tapi ternyata perusahaan takut. Mereka sudah lebih dulu membuang patung itu. Bahkan perusahaan telah menanggalkan plang-plang nama jalan bertuliskan China yang sebelumnya berada di lokasi perusahaan," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak perduli dengan pembelaan perusahaan yang menyampaikan kalau patung tersebut bukanlah patung tokoh komunis, melainkan patung seorang seniman kayu berasal dari negeri China.

"Kami tak peduli itu patung petani, seniman kayu atau patung bapaknya yang punya pabrik, yang kami peduli ini negara Indonesia, negara kami jadi jangan memasang simbol-simbol negara lain, kalau masang patung pahlawan Indonesia kami sangat mendukung," ketusnya.

Ia menambahkan, meskipun patung serta plang-plang nama bertuliskan aksara China telah dicopot perusahaan, namun dirinya meminta perusahaan agar tidak lagi melakukan pemasangan kembali dan mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.

"Meskipun patung dan plang telah dilepas, tapi kami punya bukti foto serta video dan perusahaan telah mengakui kalau barang itu ada sebelumnya. Jadi jangan sampai simbol-simbol ada lagi kami akan robohkan semua," tegasnya. (teo)