Tokoh Protes Polres Ketapang Bebaskan Diduga Pengedar Narkoba

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 2102

Tokoh Protes Polres Ketapang Bebaskan Diduga Pengedar Narkoba
Pertemuan antara tokoh dan Kaporlres Ketapang, Jumat (20/7). (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Tokoh masyarakat dan agama di Kelurahan Tuan-Tuan, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, memprotes pihak Polres setempat lantaran membebaskan seorang terduga pengedar narkoba, MR.

Protes tersebut disampaikan langsung dengan mendatangi Mapolres Ketapang, Jumat (20/7).

MR sebelumnya sempat ditangkap di kediamannya. Kemudian dilepaskan, lantaran pihak Polres mengaku tak menemukan barang bukti.

Satu di antara tokoh masyarakat setempat, Umar Mansyur menyebutkan  kedatangannya karena merasa tak puas atas keputusan Polres. Warga sendiri meresahkan keberadaan MR yang menjual barang haram itu.

"Masyarakat tentu kecewalah, pekan lalu oknum warga sempat ditangkap di rumahnya bahkan sempat ditahan selama dua hari sebelum akhirnya dibebaskan dengan alasan tidak ada bukti. Makanya kami datang ke sini karena kami tidak puas," ungkapnya.

Menurutnya, jika tidak cukup alat bukti kenapa harus ditangkap dan ditahan.  Sehingga memunculkan opini negatif di tengah masyarakat, apalagi saat ini masyarakat ditempatnya sudah khawatir anak-anak mereka terjerumus ke dunia narkoba.

"Barang ini kasat mata, hanya saja kami tidak punya kewenangan menangkap, kasihan anak-anak kami kalau terjerumus, bahkan kampung kami sudah disebut orang seperti kampung beting," tuturnya.

Untuk itu, pihaknya datang ke Mapolres Ketapang guna bertemu dengan Kapolres Ketapang baru, AKBP Yuri Nurhidayat untuk menyampaikan persoalan peredaran narkoba di tempatnya. 

Sehingga dapat sesegera mungkin diltindak serius sehingga tidak ada lagi setelah ditangkap, ditahan beberapa hari kemudian dilepaskan karena bukti tidak cukup.

"Kami akan demo mengusir oknum warga jika ini terus berlangsung. Karena kami tidak mau anak cucu kami terjerumus," katanya.

Di rumah oknum warga selalu ramai anak-anak, dewasa menggunakan motor, mobil masuk ke dalam rumahnya. Warga menduga melakukan transaksi narkoba.  

"Namun kami tidak ada kewenangan bertindak. Kami berharap Kapolres baru dapat menangani kasus ini dengan serius dan mencari bukti-bukti agar penangkapan dilakukan tidak lagi dilepas dengan alasan tak cukup bukti, kami siap membantu," tuturnya.

Sementara itu, saat pertemuan ini berlangsung, awak media yang juga sebelumnya masuk ke dalam ruangan untuk mengambil foto dan berniat menunggu pertemuan selesai guna mengonfirmasi, dilarang oleh ajudan Kapolres Ketapang.

"Tidak boleh foto-foto dan meliput nanti dari Humas saja," ketus ajudan tersebut. (teo)