Ayah Perkosa Anak Kandung, RSUD Agoesdjam Tolak Visum

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 1194

Ayah Perkosa Anak Kandung, RSUD Agoesdjam Tolak Visum
Korban saat diwawancarai awak media. (SP/Theo)
KETAPANG, SP - Ketua Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Ketapang, Harlisa berharap ke depan mesti ada pelayanan khusus di rumah sakit, terhadap korban kekerasan seksual anak. Hal ini diutarakannya, setelah pihak RSUD Agoesdjam Ketapang, menolak untuk melakukan visum et repertum terhadap korban pemerkosaan oleh ayah kandung, dengan alasan kejadian ini sudah lama.

"Jadi kasus seperti ini harus melewati poli. Sedangkan poli sudah tutup dan dokternya siang hari sudah tidak ada, sehingga korban diminta besok lagi. Cuma posisi korban jauh. Seharusnya ada pengecualian," katanya.

Pihak rumah sakit menyarankan, untuk dibawa ke rumah sakit lain. Itu bisa saja dilakukan pihak KPPAD selaku pendamping bersama korban. Hanya saja, untuk kasus seperti ini tentunya Pemda dalam hal ini rumah sakit pemerintah juga mengambil peran memikirkan kondisi korban dan keluarganya.

"Apalagi hasil visum diperlukan untuk proses hukum ke depannya, saya berharap kejadian tidak lagi terjadi harus ada koordinasi yang terkoordinir antar semua pihak termasuk Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA),” ujarnya.
Dengan demikian, jika ditemui kejadian serupa, ke depannya bisa bisa ditangani secara cepat. (teo/and)