Jadi Korban Pelecehan Seksual, Penyandang Disabilitas di Ketapang Lapor ke Polisi

Ketapang

Editor Indra W Dibaca : 811

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Penyandang Disabilitas di Ketapang Lapor ke Polisi
Korban didampingi Ketua KPPAD Ketapang saat melapor ke Mapolres Ketapang. ( SP/Teo)
KETAPANG, SP - Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di wilayah hukum Polres Ketapang. Seolah tak ada habisnya, Kali ini DG (40), warga Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), dilaporkan karena diduga menyetubuhi tetangganya sendiri NH (17), yang merupakan penderita difabel.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Ketapang, Harlisa yang ikut mendampingi korban saat memberikan keterangan di kepolisian menjelaskan, bahwa dari pengakuan korban dirinya sudah beberapa kali mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari DG.

"Pengakuan korban sudah lima kali disetubuhi oleh pelaku dan kejadian tersebut berulang-ulang kali sejak bulan puasa hingga setelah lebaran," ungkapnya, Kamis (9/8).

Ia melanjutkan, saat pertama kali melakukan perbuatan kejinya, DG mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang. Aksi bejat itu dilakukan di dapur rumah korban saat kondisi rumah sepi.

"Korban tinggal bertiga sama ibu dan adiknya, sang adik juga difabel. Sedangkan ibunya kerja ke ladang dari pagi sampai sore. Jadi DG selalu menjalankan aksinya ketika ibu korban pergi bekerja," terangnya.

Ia menambahkan, pelaku sendiri kemungkinan sudah memantau kondisi dan situasi rumah korban. Dari pengakuan warga setempat, pelaku sering duduk-duduk di depan rumah korban untuk memantau situasi sekitar dan memastikan ibu korban sudah pergi ke ladang.

Aksi bejat DG akhirnya terungkap ketika dipergoki langsung oleh ibu korban yang melihat pelaku di dalam rumah hendak membaringkan korban.

"Saat itu pelaku mengira ibu korban sudah ke ladang, jadi dia masuk hendak melakukan perbuatannya. Ketika ibu korban masuk ke dalam rumah mempergoki pelaku hendak membaringkan korban, dari situlah semua terbongkar hingga akhirnya abang kandung korban langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat," jelasnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh abang kandung korban pada Minggu (5/8) di Mapolsek MHS. Dalam keterangan pelapor, kejadian tersebut terungkap lantaran ibunya mempergoki pelaku hendak melakukan aksinya.

"Ketika dipergoki pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang, kemudian abang korban bertanya kepada korban apakah pernah diperlakukan serupa dan diakui korban pernah sebanyak lima kali dari bulan puasa 2018," katanya.

Ia menerangkan, dari pengakuan korban, setiap kali melakukan perbuatannya pelaku selalu membujuk korban dengan mengiming-imingi memberikan imbalan sejumlah uang.


"Barang bukti yang sudah diamankan uang tunai sebesar sebesar Rp12 ribu yang digunakan untuk mengiming-imingi korban, pakaian korban serta hasil visum. Untuk pelaku sendiri sampai saat ini masih dalam pengejaran," akunya. (teo)