Jaksa Diminta Serius Tangani Kasus Satwa

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 314

Jaksa Diminta Serius Tangani Kasus Satwa
Pelaksanaan in house training di IAR Ketapang. (SP/Theo)
KETAPANG, SP – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia, melakukan in house training untuk peningkatan kapasitas Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam penanganan perkara tindak pidana satwa liar. 

Kegiatan tersebut digelar di International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Kabupaten Ketapang, Selasa (18/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Satuan Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI, Ricardo Sitinjak, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kalbar, Willy Ade Chaidir, Jaksa Kejagung, Seluruh Kasi Pidum Kejari se-Kalbar, serta Wakil Bupati Ketapang, Suprapto, Kapolres AKBP Yuri Nurhidayat serta Dandim 1203 Ketapang. 

"Para jaksa harus serius juga menangani berbagai kasus perburuan terhadap satwa liar," kata Kata Kasatgas Jampidum Kejagung RI, Ricardo Sitinjak dalam sambutannya.

Dia menyatakan akan berkomitmen memberikan sanksi tegas bagi para pelaku yang dengan sengaja melakukan perburuan terhadap hewan yang dilindungi seperti orangutan, burung serta satwa dilindungi lainnya. 

Untuk itu, dia mengingatkan kepada para jaksa yang menangani kasus terkait satwa, agar memberikan efek jera bagi para pelakunya sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

"Karena jika tidak serius ditangani, kita khawatir hal perburuan terus terjadi dan satwa-satwa dilindungi akan punah," akunya.

Dia mengingatkan, agar setiap Jaksa yang ada termasuk di Kalimantan untuk tidak main-main dalam menangani perkara satwa. Mengingat persoalan perburuan satwa merupakan tanggung jawab semua pihak dan akan berimbas bagi ekosistem dan kehidupan di masa akan datang. 

Sementara itu, Ketua Yayasan IAR Indonesia, Tantyo Bangun mendukung kunjungan Kejagung RI. Apalagi dalam kegiatan tersebut hadir para Jaksa Tindak Pidana Umum se-Kalbar di IAR.

"Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadartahuan para jaksa atas besarnya kerugian atas kasus-kasus satwa liar. Makanya kami sangat mendukung," katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman bersama akan pentingnya melindungi ekosistem, terutama terhadap satwa liar yang dilindungi. 

Dia berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan penuntutan terhadap kasus-kasus Sumber Daya Alam (SDA) terutama di Kalbar dan khususnya bagi kasus yang menimpa satwa dilindungi.

"Apalagi tadi Jampidum juga berharap ada peningkatan penuntutan terhadap kasus ini dengan penerapan penuntutan multidoor menggunakan beberapa UU sekaligus," pungkasnya. (teo/and)