Smelter PT WHW, Proyek Strategis Nasional Presiden Jokowi yang Berhasil Dibangun

Ketapang

Editor Jindan Dibaca : 2892

Smelter PT WHW, Proyek Strategis Nasional Presiden Jokowi yang Berhasil Dibangun
Smelter PT WHW

KETAPANG, SP – Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu dari sejumlah provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). 

PSN sendiri adalah upaya pemerintah dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur di Indonesia. 

Presiden Jokowi pada tahun 2017 mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan  Proyek Strategis Nasional. Ketentuan tersebut mengatur kriteria dari 245 Proyek dan 2 Program sesuai lampiran Perpres tentang PSN ini. 

Adapun kriteria dasar yang menjadi penentu adalah sesuai dengan RPJMN/D dan Renstra, sesuai dengan RTRW, dan diatur oleh Peraturan Pemerintah atau Perpres Khusus. Sementara kriteria operasional dan khusus untuk Proyek Strategis Nasional antara lain memiliki keselarasan antar sektor, distribusi proyek secara regional, memiliki studi kelayakan yang berkualitas, nilai proyek lebih dari Rp100 miliar, dan konstruksi paling lambat pada kuartal ke 3 tahun 2019.

Untuk mendukung program tersebut, Bupati Ketapang, Martin Rantan mengajak masyarakat ikut serta dalam menyukseskan program pemerintah ini.

Menurutnya, PSN akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang. 

“Ini yang harus kita dukung,” ujar Bupati Ketapang Martin Rantan, belum lama ini.

Ada sejumlah proyek strategis nasional yang ditargetkan pemerintah pusat di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Di antaranya yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR), PT Ketapang Bangun Sarana (Hangzhou Jinjiang Group), PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industry Park dan relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang. 

PT WHW AR adalah perusahaan pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina yang menghasilkan Smelter Grade Alumina berkadar ?98,6 persen dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. 

PT WHW AR didirikan guna merespons Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 5 tahun 2017 berikut peraturan – peraturan pendukung lainnya

Smelter SGA PT WHW AR sendiri adalah salah satu dari 6 smelter yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional Presiden Jokowi. Tujuan pembangunan smelter ini yaitu agar Indonesia tidak lagi mengekspor produk mineral dalam bentuk bahan mentah tetapi sudah menjadi barang setengah jadi.

“Nah, sekarang soal PT WHW AR, mengapa harus kita dukung? Saat WHW AR berinvestasi di Kabupaten Ketapang, ketika itu banyak orang yang berubah kehidupan dari yang dulunya mungkin ekonominya lemah akhirnya menjadi baik. Selain itu, banyak karyawan yang bekerja,” kata Martin. 

“Jadi kehadiran PT WHW AR ini harus kita dukung. Bukan untuk biaya, bukan untuk Kepala Dinas, bukan untuk Pak Camat, tapi untuk rakyat,” kata Martin. 

Ia pun berharap agar beroperasinya pabrik dengan ijin lokasi seluas 1.500 hektare ini bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat dan berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar, khususnya Kabupaten Ketapang.

Direktur PT WHW AR, Stevi Thomas mengatakan, bahwa pabrik SGA PT WHW AR di Ketapang telah berhasil mengolah bahan mentah menjadi produk ekspor yang memiliki nilai tambah. 

"Bahan baku yang berasal dari tambang bauksit di Provinsi Kalimantan Barat diolah menjadi produk setengah jadi oleh pabrik SGA PT WHW AR untuk diekspor ke manca negara," katanya. 

Menurutnya,  hal ini sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah.

"Kami berharap dengan adanya keberadaan PT WHW AR dapat mendukung pemerintah, khususnya dalam meningkatkan perekonomian Indonesia,  terutama bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang, dan Provinsi Kalimantan Barat pada umumnya " kata Stevi. (*)