Warga Protes Pekerja Asing Bekerja di PT Laman Mingging

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 369

Warga Protes Pekerja Asing Bekerja di PT Laman Mingging
Imigrasi deportasi imigran warga negara Vietnam
Ketapang, SP - Warga Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, meminta Imigrasi dan Dinas Tenaga Kerja menyelidiki dugaan tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di lokasi Pelabuhan PT Laman Mingging.  

“Kami heran, karena izin kerja tenaga kerja asing yang mereka laporkan ke RT lokasi kerja mereka di Batam dan Tangerang, tapi kenapa mereka kerjanya di sini,” kata Nauri warga Desa Kuala Tolak, Kamis (4/10).

Kecurigaan lain muncul sebab  dalam izin  tersebut ditulis jabatan tenaga kerja asing marketing manager dann direktur pemasaran.  Padahal di  lapangan kedua tenaga kerja asing ini bekerja di kapal keruk.

“Informasinya mereka kerja mengeruk sungai agar dapat dilalui untuk membawa hasil tambang PT Laman Mining ke muara sungai,” kata Nauri.

Humas PT Laman Mining, Yudi mengaku tenaga kerja asing yang bekerja di  pelabuhan mereka adalah pegawai perusahaan kontraktor rekanan PT Bintan Benco Jaya (BBJ).

“Ada memberitahu kita. Sudah kita tanyakan administrasi mereka bagaimana karena kita tidak mau ada masalah. Katannya mereka ada visa kerja dan secara administrasi ada katanya,” ujar Yudi.

Asep, Humas PT BBJ mengaku izin tinggal  tenaga kerja asing ini di Batam dan Tangerang.  “Pekerja kami orang Indonesia belum memahami cara mengoperasikan. Makanya kami minta penjual kapal membantu dan mereka menurunkan dua tenaga kerja asing ini ke Ketapang membantu kami.”

Menurue Asep, pihaknya sudah berberkoordinasi dengan Imigrasi di Jakarta terkait mendatangkan 2 pekerja asing untuk masa kerja 1 satu pekan. Namun karena kapal yang dibelinya mengalami kerusakan, maka mereka tinggal lebiih lama.  

“Kami minta garansi sama penjual kapal minta mereka tetap disini. Tidak menyangka juga kami kalau warga jadi rebut. Kami juga tidak mau ada masalah sebenarnya. Sekarang sudah dipulangkan,” kata Asep.

Asep mengaku pihaknya lalai tidak melaporkan keberadaan pekerja asing ke Imigrasi dan Disnaker Ketapang. “Kami tidak tahu soal ini karena kami baru pertama kali berurusan sama TKA. Kalau tahu harus melapor kita pasti melapor. Kedepannya kami akan ikuti prosedur,” ujar Asep. (Teo).