Warga Curiga Aktivitas Penyelundupan Kayu Ilegal Lewat Sungai

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 664

Warga Curiga Aktivitas Penyelundupan Kayu Ilegal Lewat Sungai
Ketapang, SP – Warga Kecamatan Nanga Tayap melaporkan meningkatnya aktivitas penyelundupan kayu yang diduga ilegal melalui sungai. Lalu lintas kayu ilegal lewat sungai lebih sulit dipantau dibandingkan melalui jalur darat.  

Riduansyah warga Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap mengaku resah dengan kerapnya rakit yang membawa kayu diduga Ilegal melintasi aliran sungai tempat mereka.

“Sering sekali rakit-rakit bermuatan kayu ini lewat. Kalau musim air pasang hampir tiap hari mereka lewat bahkan sehari bisa lebih dari tiga kali,” kata  Riduansyah, Rabu (17/10).

Menurut Riduansyah, jika musim kemarau rakit-rakit pembawa kayu jarang melintas. Informasi yang didapat Riduansyah, kayu-kayu yang kerap melintas berasal dari Kecamatan Hulu Sungai.

“Kami curigalah, makanya kami minta Kapolres untuk melihat kondisi ini dan bisa mengambil tindakan agar masyarakat tidak berpikir negatif soal aktivitas ini. Kalau ada izinnya kami juga perlu tahu agar tak menjadi opini publik yang negatif,” ujar Riduansyah.

Warga tidak hanya mencurigai kayu-kayu tersebut ilegal, tetapi juga khawatir jika aktivitas ini terus berlanjut dapat berdampak buruk terhadap lingkungan termasuk di wilayah Nanga Tayap.

“Kalau dibiarkan terus, kami takut hutan menjadi gundul, banjir dan longsor mudah terjadi.  Tentu yang dirugikan adalah masyarakat termasuk kami,” keluhnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan masyarakat. Polisi akan menyelidiki dugaan aktivitas penyelundupan kayu ilegal melalui sungai. “Kalau kedapatan aktivitas tanpa adanya dokumen resmi, kami akan tindak tegas pelakunya,” tukasnya. (Teo).