Kasus Penembakan Anak, Polres: Anggota Masih Ditahan

Ketapang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 132

Kasus Penembakan Anak, Polres: Anggota Masih Ditahan
Ketapang, SP - Andi (33 tahun) warga Kecamatan Muara Pawan, Ketapang mempertanyakan perkembangan kasus penembakan oleh anggota Polsek Pelabuhan berinisial RP.  

Andi menilai meskipun sudah ada kesepakatan damai dan korban mencabut laporan ke polisi, tetap harus ada sanksi terhadap pelaku sebagai efek jera. “Kami minta Polres transparan menyampaikan perkembangan kasus ini agar tidak muncul opini negatif,” katanya.

Humas Polres Ketapang, Ipda Matalib mengatakan kasus ini tetap ditindaklanjuti meskipun sudah ada kesepakatan damai dan korban mencabut laporan.  

Menurut Ipda Matalib, anggota Polsek Pelabuhan berinisial RP masih menjalani pemeriksaan dan pengawasan oleh Pengamanan Internal Polri (Paminal). “Saat ini oknum anggota tersebut masih menjalani pemeriksaan. Tetap diproses serta masih dalam sel di Polres Ketapang,” ujar Ipda Matalib.

Setelah proses pemeriksaan selesai, maka akan ada sanksi internal yang dijatuhkan kepada RP. Sanksi beragam mulai dari penundaan kenaikan pangkat, tergantung dari hasil pemeriksaan dan pembuktian kesalahan.

“Sanksinya menunggu keputusan dari ankum (atasan yang berhak menghukum-red),  dalam hal ini Kapolres Ketapang. Kalau sudah ada keputusannya akan kami sampaikan,” kata Ipda Matalib.  

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua belah pihak dalam kasus penembakan anak di bawah umur ini sepakat berdamai. Namun proses sanksi etik dan disiplin yang dilakukan Polres Ketapang masih terus berlangsung.

“Saya sendiri yang mencabut laporannya kemarin (Senin-red). Karena sudah damai secara kekeluargaan,” kata Anto ayah korban.

Dalam kesepakatan damai tersebut, RP bersedia bertanggung jawab atas pengobatan korban mulai dari rumah sakit hingga sembuh total.
  “Namun harapan saya dia (penembak-red) harus pandai-pandai pegang senjata dan mudah-mudahan tidak sembarangan lagi,” ujar Anto. (Teo).