Kamis, 19 September 2019


Gerindra Ketapang Mulai bicara Pilkada 2020

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 141
Gerindra Ketapang Mulai bicara Pilkada 2020

Enam Anggota DPRD Ketapang periode 2019-2024. Partai Gerinda Ketapang mendapat perolehan suara signifikan pada Pileg 2019 dan mengantarkan wakilnya menduduki kursi unsur pimpinan di DPRD Ketapang.

KETAPANG, SP - Partai Gerinda Kabupaten Ketapang berhasil menjadi partai tiga besar di Ketapang dengan torehan enam kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Hasil tersebut menghantarkan Partai Gerindra menduduki jabatan unsur pimpinan. Hasil ini sangat signifikan mengingat pada Pileg sebelumnya, Gerindra Ketapang hanya meraih tiga kursi di parleman.

Partai besutan Prabowo Subianto ini, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin berhasil meraup suara terbanyak ketiga setelah Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Di Pemilu 2014, Gerindra hanya mendapat tiga kursi. Bahkan di Daerah Pemilih (Dapil) I, partai berlambang Garuda inipun tidak mengirim wakilnya. Namun Pemilu 2019 Gerindra berhasil menyabet dua kursi di Dapil I.

Dengan komposisi dua anggota DPRD petahana dan empat pendatang baru, tentu menjadikan Gerinda berada pada posisi strategis dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Ketua DPC Gerindra Ketapang, Mathoji mengatakan, keberhasilan Gerindra memperoleh enam kursi DPRD pada Pileg 2019 tidak lepas dari kerja tim dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.

"Tanpa dukungan masyarakat, Gerindra tidak ada apa-apanya. Utusan enam anggota DPRD dari Gerindra adalah bentuk kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu tentu akan kami jaga," kata Mathoji, Selasa (10/9).

Saat disinggung mengenai apakah Gerindra mengusung kadernya bertarung dalam Pilkada Ketapang tahun 2020, Mathoji masih belum memberikan kepastian. Saat ini ia mengaku masih melakukan koordinasi diinternal Gerindra.

"Kita belum bisa pastikan. Pilihan hanya ada dua, yaitu Gerindra mengusung kadernya atau Gerindra sebagai partai pengusung. Dua kemungkinan ini bisa saja terjadi, tinggal kita lihat perkembangan kedepannya," ucap Anggota DPRD tiga periode ini.

Menurutnya, bicara perolehan enam kursi DPRD, partainya berada diposisi strategis jika mengusung kadernya, baik sebagai Bupati maupun Wakil Bupati. Namun masih harus perlu berkoalisi dengan patai politik lainnya untuk mencukupi syarat pengusungan.

"Enam kursi di DPRD cukup strategis. Karenanya segala kemungkinan bisa terjadi setelah melalui pertimbangan. Jadi untuk kepastian, kita masih melakukan koordinasi kepada DPD dan DPP Gerindra, sebab keputusan mutlak berada di DPP," lanjutnya.

Sejauh ini, dia mengaku akan tetap menjalin dan membangun komunikasi politik dengan partai lainnya. Ia menyebutkan, Gerindra juga tetap membuka peluang untuk partai lain berkomunikasi.

"Kita selalu membuka ruang untuk komunikasi politik jelang Pilkada. Sebelumnya pun sudah ada parpol yang komunikasi. Jawaban pasti soal Gerindra berkoalisi dengan Parpol apa, tunggu deklarasi koalisi nanti," bebernya.

Ia menambahkan, agenda Pilkada menjadi salah satu topik pembahasan di tubuh partai yang dipimpinnya. Sehingga dalam pengambilan keputusan harus melalui pertimbangan serta melihat peluang. 

"Semua partai pasti akan bicara soal Pilkada termasuk arah koalisinya. Untuk Gerindra sendiri masih melihat peluang dan sambil bersiap di internal," pungkasnya. (teo)