Kamis, 30 Januari 2020


Kajari Ingatkan Pengerjaan Proyek Dilakukan Serius

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 137
Kajari Ingatkan Pengerjaan Proyek Dilakukan Serius

Monitoring – Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Dharmabella Tymbasz memeriksa salah satu pengerjaan proyek di Ketapang. Dharmabella mengingatkan pekerjaan proyek agar dilakukan dengan baik dan tepat waktu. ist

KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan monitoring beberapa proyek pembangunan di Ketapang untuk memastikan progres pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Ketapang, Dharmabella Tymbasz meminta pelaksana pekerjaan serius menggunakan anggaran pekerjaan yang bersumber dari keuangan negara.

Monitoring pengerjaan proyek dilakukan di beberapa lokasi di antaranya pembangunan Puskesmas Kedondong, pembangunan Gedung Operasi dan pembangunan Gedung Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam Ketapang.

“Kita datang untuk melihat progres pekerjaan. Kita lihat beberapa pekerjaan ada yang harus dikebut agar segera selesai sesuai masa kerja,” kata Dharmabella usai monitoring.

Meski beberapa pengerjaan harus dikebut, namun Dharmabella mengingatkan agar pekerjaan terap dilakukan dengan baik dan tidak asal-asalan.

“Jika terbukti sembarangan, maka kita tidak segan untuk memeriksa proyek yang dikerjakan,” tegasnya.

Salah satu proyek pekerjaan yang mendapat perhatian Dharmabella adalah proyek di Puskesmas Kendondong dan Gedung Radiologi di RSUD Agoesdjam.

“Pelaksana pekerjaan harus maksimal mengerahkan personelnya agar pekerjaanya tepat waktu, karena hanya tinggal menyisakan waktu beberapa hari saja,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Rustami mengatakan, proses pembangunan Puskesmas Kedondong saat ini sudah mencapai 96 persen dari target pekerjaan.

“Masa kerjanya sesuai kontrak hingga 8 Desember jadi sisa waktu 4 hari dan tidak ada perpanjangan. Jika sampai waktunya maka akan dikenakan denda,” tegasnya.

Menurut dia, pihak pelaksana sudah berusaha maksimal menyelesaikan pembangunan di sisa waktu yang ada, namun jika memang tidak selesai, maka mereka meminta waktu selama satu pekan untuk penyelesaiannya.

“Nanti selama masa yang mereka minta itu kita kenakan denda. Untuk anggaran pembangunan totalnya Rp4,8 miliar,” terangnya. (teo/jee)