Senin, 17 Februari 2020


Dinas Pertanian Canangkan 1.500 Hektar Lahan Untuk Budidaya Jagung Hibrida

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 145
Dinas Pertanian Canangkan 1.500 Hektar Lahan Untuk Budidaya Jagung Hibrida

Foto PK Humas Ketapang, foto bersama usai coffe morning di dinas DPPP. istimewa.

KETAPANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DPPP) mencanangkan lahan seluas 1.500 hektar ditahun ini untuk pembudidayaan jagung hibrida. Hal tersebut disampaikan disela-sela acara coffe morning yang digelar oleh Distanakbun, Kamis (16/1).

Kepala Dinas  DPPP Kabupaten Ketapang, L Sikat Gudag mengaku pihaknya akan menggandeng para petani lokai dan memastikan hasil jagung yang ditanam dapat terserap dipasaran. Terlebih pihaknya akan membeli beras jagung dengan harga Rp 3.000 perkilogram.

“Bahkan kalau petani mampu menjual dalam bentuk tongkol jagung, tentu nanti harganya akan disesuaikan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya menargetkan satu hektar lahan jagung hibrida diharapkan dapat menghasilkan lima sampai tujuh ton yang mana dalam empat bulan petani diperkirakan sudah dapat merasakan hasilnya. Saat ini diakuinya untuk lokasi budidaya jagung sudah ditetapkan.

“Untuk lahan sudah siap, kita bekerjasama dengan petani yang lahannya direplanting kelapa sawit selama kurang lebih 3 tahun ini dengan luas 871 hektar, selain itu lahannya ada di Kecamatan Nanga Tayap, Sungai Melayu rayak dengan masing-masing lahan 100 hektar sedangkan lahan lainnya dari para peladagang yang nantinya akan memulai menebas lahan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang Farhan mengaku kalau pemerintah akan menjamin membeki hasil dari jagung yang akan dibudidayakan masyarakat, sehingga tidak ada alasan jagung yang dibudidayakan tidak terserap oleh pasar.

“Apalagi di Marau ada pabrik pakan ternak, sehingga nanti kita akan membuat simulasi dan mempromosikan tanaman jagung ini, apalagi kita juga akan mendorong perusahaan perkebunan melalui program sosialnya untuk membina masyarakat agar dapat menanam jagung,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendorong petani untuk membudidayakan jagung hibrida lantaran hal tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani jagung serta untuk mengatasi persoalan peternak yang sulit mendapatkan pakan.

“Untuk peralatan Pemda siap membantu menyediakan untuk memudahkan petani dalam membudidayakan jagung,” tukasnya. (Teo/PK).