Senin, 17 Februari 2020


Dinas Pertanian Budidaya Jagung Hibrida

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
Dinas Pertanian Budidaya Jagung Hibrida

Ilustrasi

KETAPANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (DPPP) mencanangkan lahan seluas 1.500 hektar di tahun ini untuk pembudidayaan jagung hibrida. Hal tersebut disampaikan di sela-sela acara coffee morning yang digelar oleh DPPP, Kamis (16/1).

Kepala DPPP Kabupaten Ketapang, L Sikat Gudag mengaku pihaknya akan menggandeng para petani lokai dan memastikan hasil jagung yang ditanam dapat terserap di pasaran. Terlebih pihaknya akan membeli beras jagung dengan harga Rp 3.000 per kilogram.

“Bahkan kalau petani mampu menjual dalam bentuk tongkol jagung, tentu nanti harganya akan disesuaikan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya menargetkan satu hektare lahan jagung hibrida diharapkan dapat menghasilkan lima sampai tujuh ton yang mana dalam empat bulan petani diperkirakan sudah dapat merasakan hasilnya. Saat ini diakuinya untuk lokasi budidaya jagung sudah ditetapkan.

“Untuk lahan sudah siap, kita bekerjasama dengan petani yang lahannya direplanting kelapa sawit selama kurang lebih 3 tahun ini dengan luas 871 hektare. Selain itu lahannya ada di Kecamatan Nanga Tayap, Sungai Melayu Rayak dengan masing-masing lahan 100 hektare. Sedangkan lahan lainnya dari para peladang yang nantinya akan memulai menebas lahan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang Farhan mengaku kalau pemerintah akan menjamin membeli hasil dari jagung yang akan dibudidayakan masyarakat, sehingga tidak ada alasan jagung yang dibudidayakan tidak terserap oleh pasar.

“Apalagi di Marau ada pabrik pakan ternak, sehingga nanti kita akan membuat simulasi dan mempromosikan tanaman jagung ini, apalagi kita juga akan mendorong perusahaan perkebunan melalui program sosialnya untuk membina masyarakat agar dapat menanam jagung,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendorong petani untuk membudidayakan jagung hibrida lantaran hal tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani jagung serta untuk mengatasi persoalan peternak yang sulit mendapatkan pakan.

“Untuk peralatan Pemda siap membantu menyediakan untuk memudahkan petani dalam membudidayakan jagung,” tukasnya. (teo/pk/bah) 

Buka Akses Pasar

Tokoh Pemuda Ketapang, Samsul Arifin berharap budidaya jagung hibrida segera terealisasi. 

“Dengan begitu kesejahteraan petani meningkat,” katanya. 

Samsul juga meminta pemerintah daerah memastikan pemasaran hasildari budidaya tersebut. 

“Jangan sampai menanam banyak-banyak, tapi kebingungan mau menjual hasilnya. Nah, pemerintah daerah mesti membuka kran pasar untuk petani,” pungkasnya. (teo/bah)