Senin, 17 Februari 2020


Rp15 M untuk Instalasi Pipa PDAM, Pemkab Segera Tunjuk Direktur PDAM

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 583
Rp15 M untuk Instalasi Pipa PDAM, Pemkab Segera Tunjuk Direktur PDAM

SUKADANA, SP - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar guna perbaikan instalasi perpipaan di kabupaten itu.

Hal ini diungkapkan Bupati Kayong Utara, Citra Duani, beberapa waktu lalu. Penganggaran itu bukan tanpa alasan. Citra menyebut instalasi pipa air bersih di Sukadana dan sekitarnya sudah banyak yang rusak, karenanya harus diganti.

Selain itu, kata Citra, rata-rata pipa air bersih dibangun di bahu jalan, sehingga saat ada pelebaran jalan, instalasi pipa harus dibongkar.

"Nanti kita geser agar tidak kena bahu jalan, sehingga (apabila ada) pelebaran jalan pada tahun ini (instalasi pipa) kita sudah aman," ungkap Citra.

Pada kesempatan itu, Citra juga menyampaikan bahwa pembentukan PDAM akan segera diwujudkan setelah revisi Peraturan Daerah (Perda) ditetapkan. Sesegera mungkin dirinya menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM pula.

"Jika dalam bulan Februari (revisi Perda) itu disahkan, bulan Maret kita langsung tentukan Plt supaya ada yang mengurus PDAM ini," ujar Citra.

Dirinya juga menjelaskan mengapa PDAM belum bisa terbentuk pada 2019 lalu. Penyebabnya, ungkap Citra, karena masih ada Perda terkait PDAM yang perlu direvisi.

"Tapi kita sudah usulkan (revisi Perda) ke DPRD tahun lalu. Tahun ini disahkan revisi kita segera tunjuk direktur PDAM sementara, Plt-kan dulu," pungkas Citra. (rif/bah)

Legislatif Janji Pecahkan Masalah

Ketua DPRD KKU, Sarnawi mengakui persoalan air bersih memang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi eksekutif maupun legislatif.

Dirinya selaku pihak legislatif akan bersama eksekutif akan duduk bersama mencari solusi yang paling baik bagaimana cara untuk penyelesaian masalah air bersih.?

“Sampai hari ini masalah air bersih belum terselesaikan. Itu menjadi PR besar bagi Pemerintah Daerah dan DPRD Kayong Utara,” katanya.

Dirinya berharap dalam waktu dekat bisa segera membahas persoalan ini bersama eksekutif. Sebab, menurutnya air bersih adalah harapan masyarakat KKU.

“Mungkin mengenai air bersih ini kita nanti bisa bicarakan karena ini untuk kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (rif/bah)