Senin, 17 Februari 2020


Belum Genap Dua Bulan Sejak Diresmikan Bupati, Atap Rumah Kuliner Disporapar Rusak Sebelum Dipakai

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 694
Belum Genap Dua Bulan Sejak Diresmikan Bupati, Atap Rumah Kuliner Disporapar Rusak Sebelum Dipakai

RUSAK - Atap bangunan Rumah Kuliner Kayong Utara di kawasan wisata Pantai Pulau Datok, Sukadana rusak diduga akibat diterjang angin, Senin (20/1).

Atap bangunan Rumah Kuliner milik Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kayong Utara di kawasan wisata Pantai Pulau Datok, Sukadana rusak.

Kerusakan tersebut diduga akibat diterjang angin kencang. Padahal, Rumah Kuliner itu belum dimanfaatkan sejak diresmikan Bupati Kayong Utara, Citra Duani pada Minggu, 8 Desember 2019 lalu.

Sebagian atap gedung terlihat menganga lantaran terlepas dari rangka berbahan baja ringan.

Salah seorang warga sekitar lokasi menyampaikan, kerusakan diduga terjadi sejak dua pekan lalu. Dirinya mengaku tidak tahu pasti penyebab kerusakan tersebut.

Namun yang jelas, atap gedung diketahui sudah rusak setelah angin kencang melanda kawasan pantai.

"Saya ndak perhatikan juga. Cuma biasanya kalau di pantai ini memang karena angin kuat," kata Arif, pedagang di kawasan Pantai Pulau Datok, Senin (20/1).

Informasi dari warga lainnya menyebutkan gedung tersebut belum pernah digunakan sejak diresmikan Bupati Citra Duani pada Minggu (8/12/2019) lalu.

Warga mengatakan hingga saat ini belum ada upaya perbaikan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Di pantai ini bangunan memang ndak bisa pakai rangka kayak gitu (baja ringan), soalnya angin kuat," tukasnya.

Tunggu APBD Perubahan

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kayong Utara, Tasfirani membenarkan atap bangunan Rumah Kuliner di kawasan Pantai Pulau Datok rusak karena diterjang angin kencang.

Tasfirani menyebut kejadian itu force majeure yakni keadaan yang terjadi di luar kemampuan manusia, sehingga kerugian tidak dapat dihindari.

"Pekerjaan (gedung) tersebut menurut kontrak sudah selesai dan masa pemeliharaannya pun sudah selesai," ujar Tasfirani, Senin (20/1).

Pihaknya, sambung Tasfirani, tidak punya anggaran untuk memperbaiki gedung yang baru diresmikan Bupati Citra Duani pada Minggu (8/12/2019) lalu.

Tasfirani menyebut sudah melayangkan surat kepada pihak perusahaan yang mengerjakan pembangunan gedung untuk berkontribusi memperbaiki kerusakan. Hanya saja, kata Tasfirani, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak perusahaan.

"Kami tengah mencari solusi agar gedung tersebut dapat dimanfaatkan. Minimal di (APBD) Perubahan nanti kami alokasikan untuk revitalisasi," sebut Tasfirani. (arif/bah)