Senin, 17 Februari 2020


Polres Tetapkan Mantan Kabid PLA Dinas Pertanian Sebagai Tersangka Korupsi Sumur Pantek

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 3002
Polres Tetapkan Mantan Kabid PLA Dinas Pertanian Sebagai Tersangka Korupsi Sumur Pantek

Foto satu diantara lokasi pembangunan sumur pantek yang menggunakan anggaran tahun 2015 yang terletak di kecamatan benua kayong. Foto istimewa.

KETAPANG, SP - Kepolisian Resort (Polres) Ketapang resmi menetapkan HS sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek di dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) tahun anggaran tahun 2015. Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Lahan dan Air tersebut ditetapkan 

sebagai tersangka lantaran diduga terlibat dalam kasus yang merugikan negara hingga 1,5 Miliar.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Siswo Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengaku penetapan tersangka terhadap HS setelah dilakukan proses penyidikan dan gelar perkara pihaknya beberapa waktu lalu.

“Hasil gelar perkara ditetapkan PPK proyek tersebut dengan inisial HS sebagai tersangka. Kita juga telah mengirim SPDP ke Kejaksaan pada Jum’at (17/1) kemarin,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Ia melanjutkan, kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015 di Distanak tersebut sebelumnya naik menjadi LP polisi sejak bulan mei 2019 lalu. Setelah melalui proses panjang dan melakukan pemeriksaan terhadap 44 saksi serta dilakukan audit oleh pihak BPKPB ditemukan adanya kerugian negara akibat pembangunan tersebut.

“Kerugian negara totalnya sekitar 1,5 Miliar, memang sudah ada dikembalian sekitar 500 atau 600 juta namun hal tersebut tentunya tidak menghapus pidana yang ada,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta terus melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk memastikan adanya keterlibatan pihak lain dan kemungkinan adanya tersangka lain nantinya.

“Kemungkinan ada tersangka lain, kita lihat proses lebih lanjutnya,” akunya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Agus Supriyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima SPDP dari pihak Polres Ketapang terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan sumur pantek.

“Sudah kita terima SPDP nya, nanti akan ditunjuk jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus ini sambil menunggu berkas perkara tahap satu,” katanya.

Ia melanjutkan, dalam SPDP yang diterima pihaknya ditetapkan satu nama yakni Mantan Kabid PLA Distanak Ketapang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan sumur pantek pada anggaran 2015 silam lalu.

“Pasal yang disangkakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang tindak pidana korupsi,” terangnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan sumur pantek dilaksanakan di 78 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang. Sebelumnya dijelaskan oleh pihak Polres Ketapang bahwa dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan sumur pantek diduga terjadi pada markup pembangunan serta penyimpangan pada pengadaan mesin yang diketahui di akomodir atau dijual oleh HS selaku PPK proyek tersebut kepada pelaksana proyek. (Teo)