Senin, 17 Februari 2020


Tersangka Korupsi Sumur Pantek Ditahan, Kuasa Hukum Minta Peralihan Tahanan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1623
Tersangka Korupsi Sumur Pantek Ditahan, Kuasa Hukum Minta Peralihan Tahanan

Kuasa Hukum tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek, Junaidi

KETAPANG, SP - Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Hendri Sibuea akhirnya ditahan oleh Kepolisian Resort (Polres) Kegapang. Penahanan dilakukan pada Selasa (21/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

 

Hendri Sibuea ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015 yang merugikan negara hingga Rp1,5 Miliar.

 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Siswo Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengaku penetapan tersangka terhadap HS setelah dilakukan proses penyidikan dan gelar perkara pihaknya beberapa waktu lalu.

 

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Siswo Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengatakan, penahanan terhadap Hendri Sibuea sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

“Alasan penahanan ada diatur dalam KUHAP.  Penahanan kita lakukan sejak kemarin (Selasa-red) sekitar pukul 16.00 WIB,” terangnya, Rabu (22/1).

 

Penahanan dilakukan guna memudahkan proses yang sedang dilakukan polisi sembari mengantisipasi kemungkinan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau alasan-alasan lain yang juga tercantum di dalam KUHAP.

 

“Tersangka ditahan di tahanan Mapolres Ketapang sampai nanti pelimpahan ke Jaksa Penuntut Umum,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan langsung melengkapi berkas-berkas perkara tersangka untuk kemudian diserahkan ke Kejaksaan Negeri Ketapang. 

 

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka, Junaidi telah mengirimkan surat permohonan kepada Polres Ketapang terkait permohonan peralihan penahanan dari tahanan Polres Ketapang menjadi tahanan rumah atau tahanan kota.

 

“Sudah kita ajukan permohonannya dengan beberapa pertimbangan, tinggal kewenangan di pihak Polres Ketapang dan harapan bisa dikabulkan permohonan ini,” akunya.

 

Di dalam surat permohonan, pihaknya menyampaikan beberapa pertimbangan kepada pihak Polres Ketapang di antaranya bahwa kliennya merupakan kepala keluarga yang bertanggung jawab penuh terhadap kebutuhan sehari-hari keluarganya.

 

Alasan peralihan penahanan itu juga mengingat kliennya berkomitmen untuk tidak melarikan diri atau mempersulit kepentingan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

 

“Pertimbangan yang kami sampaikan bahwa kami selaku kuasa hukum menjamin klien kami dapat dihadirkan kapan saja guna kepentingan pemeriksaan yang akan dilakukan. Selain kami, selaku penjamin lainnya yakni adik dari saudara kandung klien kami bersedia menjadi jaminan,” tukasnya. (teo/bah)


Apresiasi Polres

Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi mengapresiasi kinerja Polres Ketapang yang akhirnya dapat meningkatkan proses hukum kasus dugaan korupsi pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015 silam.

Menurutnya, meskipun lama akhirnya mulai ada kepastian hukum terkait kasus ini.

“Jadi, kita apresiasi dan berharap kasus dapat tuntas diselesaikan,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa pertanyaan publik mulai terjawab dengan ditetapkannya tersangka.

“Pihak-pihak lain yang terlibat juga dapat diungkap dalam kasus ini,” katanya. (teo/bah)