Senin, 17 Februari 2020


Proyek Jalan Rp56 Miliar Mulai Rusak, DPRD Minta Audit Pekerjaan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 3865
Proyek Jalan Rp56 Miliar Mulai Rusak, DPRD Minta Audit Pekerjaan

RUSAK - Proyek peningkatan struktur Jalan Pelang - Batu Tajam di Kabupaten Ketapang mulai rusak, kemarin. Padahal baru dikerjakan oleh PT Marga Mulya.

KETAPANG, SP - PT Marga Mulya selaku pelaksana mega proyek peningkatan struktur Jalan Pelang - Batu Tajam di Kabupaten Ketapang dinilai gagal. Pasalnya, selain dikenakan sanksi denda atas perpanjangan waktu yang diminta untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, sejumlah titik di sepanjang jalan yang telah dibangun saat ini juga mengalami kerusakan. 

Untuk itu, sejumlah pihak berwenang diminta untuk melakukan audit atas pekerjaan tersebut.

Dari pantauan, sedikitnya terdapat puluhan titik di sepanjang ruas jalan tersebut mengalami kerusakan, mulai dari jalan yang kembali berlubang hingga terdapat banyak serpihan sisa aspal bekas kerusakan jalan. 

Ironisnya, proyek dengan pagu fantastis senilai Rp56 Miliar tersebut juga terdapat banyak yang tambal sulam guna menutupi kerusakan jalan yang baru dibangun tersebut.

Anggota DPRD Ketapang, Abdul Sani meminta pihak terkait, mulai dari Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk turun ke lapangan melakukan audit fisik pekerjaan.

“Dari awal kita sudah mewarning dan mengingatkan agar tidak diperpanjang dan dibayarkan sesuai yang ada, namun terus dipaksakan pelaksanaannya. Ini menimbulkan kesan atau opini negatif apakah benar untuk penyelesaian pekerjaan atau hanya sekadar mencairkan sisa anggaran,” tegasnya. 

Apalagi saat ini kondisi jalan sudah banyak yang kembali rusak meskipun masih dalam tahap pengerjaan, namun dengan nominal pagu yang fantastis seharusnya kualitas pekerjaan bisa terjaga.

“Dengan tidak selesainya pekerjaan sesuai waktu kontrak itu juga harusnya menjadi catatan, terlebih ketika pekerjaan sudah dibangun rusak kembali, harusnya dinas dalam hal ini tegas. Jangan letoy dan jangan terkesan ikut bermain karena tidak berani mengambil tindakan tegas soal ini,” tuturnya.

Iapun berharap, aparat penegak hukum juga dapat memeriksa persoalan ini agar jika memang terjadi penyimpangan maka dapat diproses supaya kedepan hal-hal seperti ini tidak terulang lagi.

“Karena jalan itu dibangun menggunakan uang negara yang di dalamnya ada hak masyarakat. Jadi, kalau pelaksanaannya tidak maksimal, maka yang sangat dirugikan tidak hanya negara tetapi juga masyarakat. Jangan sampai ketidakbecusan pelaksana berdampak negatif atas kualitas pekerjaan,” ketusnya. (teo/bah)

Masih Proses Pengerjaan 

Tenaga Operasional PT Marga Mulya, Kiryono terkesan bungkam. Dia enggan memberikan tanggapan mengenai kondisi jalan yang mulai rusak meskipun belum lama dikerjakan. Pesan singkat melalui SMS, Whatsaap bahkan telepon yang ditujukan kepadanya sama sekali tidak direspons. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Sukirno mengaku kalau sampai saat ini proyek tersebut belum selesai dan pihak pelaksana terus dikenakan denda setiap hari selama masa perpanjangan pengerjaan.

“Denda per harinya kalau tidak salah belasan juta, nanti setelah selesai baru kita totalkan berapa keseluruhan dendanya,” katanya.

Sementara itu, terkait titik-titik yang mulai kembali rusak, ia mengaku diakibatkan persoalan di angkutan dan persoalan lalu lintas di lokasi pekerjaan yang kerap dilalui truk-truk bermuatan over kapasitas, sehingga ketika pengaspalan belum maksimal sudah dilindas oleh pengendara truk.

“Itu juga jadi kendalanya, makanya saat ini pelaksana kerja berburu waktu cuaca yang bagus. Saat ini pelaksana masih terus bekerja dan untuk pencairan tidak bisa dilakukan lagi sampai pekerjaan tersebut benar-benar selesai,” tukasnya. (teo/bah)