Senin, 17 Februari 2020


Revitalisasi Bak Sampah Kayu ke Kontainer, Dinas Perkim-LH Ketapang Atasi Persoalan Sampah

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 106
Revitalisasi Bak Sampah Kayu ke Kontainer, Dinas Perkim-LH Ketapang Atasi Persoalan Sampah

GANTI BAK - Bak sampah kontainer menggantikan bak sampah kayu di Jalan S Parman, Kabupaten Ketapang. Suara Pempred/Theo

KETAPANG, SP - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabupaten Ketapang terus melakukan berbagai upaya menanggulangi persoalan sampah di Ketapang. Salah satunya, mengganti bak-bak sampah dari kayu dan semen menjadi bak sampah kontainer.

Kepala Dinas Perkim-LH Ketapang, Dennery mengatakan, kalau saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi persoalan sampah yang ada di Ketapang. Termasuk, mengurangi tempat sampah kayu dan beton yang selama ini dinilai membuat kondisi terlihat kumuh.

“Semakin banyak bak sampah kayu dan beton, semakin tampak kumuh lingkungan, makanya pelan-pelan kita ubah bak sampah itu menjadi tempat sampah kontainer, ini sedang berjalan,” ungkapnya, Kamis (13/2).

Ia melanjutkan, sebelumnya ada sekitar 165 bak sampah kayu dan beton yang tersebar di wilayah Kota Ketapang. Namun, setelah dilakukan standarisasi tempat sampah menjadi kontainer. Saat ini bak sampah kayu dan beton tinggal sekitar 85 unit.

“Pelan-pelan kita ganti semua dengan dengan bak sampah kontainer supaya lingkungan tidak tampak kumuh dengan banyaknya tempat sampah, karena tempat sampah kontainer kapasitas penampungan lebih besar, sehingga beberapa unit bak sampah kayu bisa diganti hanya dengan satu unit bak sampah kontainer,” jelasnya.

Saat ini diakuinya, sudah ada 14 bak sampah kontainer yang sudah beroperasi. Kedepan, instansinya akan terus menambah bak sampah kontainer, lantaran dinilai bak sampah kontainer yang ada saat ini masih belum memadai. “Tahun ini kita juga ada tambahan sembilan unit bak sampah kontainer dan untuk idealnya masih diperlukan sekitar 20 unit lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Sri Windaryati mengaku, saat ini sedikitnya perhari pihaknya mengangkut 142 kubik sampah di wilayah ibuikota Ketapang untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir sampah. “Petugas kebersihan kita khusus untuk mengangkut sampah ada 48 kernet dan 13 sopir,” akunya.

Ia melanjutkan, guna menanggulangi persoalan sampah, pihaknya bekerjasama dengan Bank Sampah yang ada di Ketapang untuk pengangkutan sampah-sampah perumahan dan pemisahan sampah-sampah, khususnya sampah organik dan anorganik. ”Tahun ini jangkauan luasan pelayanan kita juga bertambah hingga di Sukabangun dan Kalinilam,” akunya.

Ia menerangkan, masih banyaknya sampah di tempat-tempat sampah ketika sudah diangkut lantaran masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada waktu yang telah ditentukan, sehingga ketika bak sampah sudah selesai diangkut, masyarakat masih saja ada yang membuang sampah. “Makanya biasanya sampah terlihat masih banyak seolah tidak terangkut padahal petugas setiap pagi sudah mengangkut sampah tersebut, ini yang jadi masalah, soal kesadaran masyarakat. Padahal, upaya kita agar masyarakat sadar membuang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan, yakni dari pukul 17.00 sampai 05.00 WIB sudah dilakukan, mulai membuat baliho dan lainnya,” terangnya.

Dia berharap, segera ditetapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini sedang dalam proses di Bagian Hukum Pemkab Ketapang. Sehingga bisa menjadi dasar hokum, agar masyarakat sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Kalau Perbup sudah terbit, maka nanti sanksinya mengacu ke Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum, yang sanksinya mulai dari pidana selama 6 bulan hingga denda Rp5 juta,” tukasnya. (teo/yun)

Satpol PP Tegakkan Perda

Camat Delta Pawan, Pitriyadu mengimbau masyarakat, agar mematuhi Perda No 1 Tahun 2018 tentang Tramas Tibum, yang salah satu pasalnya adalah waktu pembuangan sampah. Penegakan aturan tersebut merupakan wewenang Satpol PP Ketapang.

“Ini agar masyarakat tidak lagi membuang sampah diluar waktu yang telah ditentukan, sehingga membuat terkesan tempat sampah menjadi kumuh, padahal sebelumnya telah diangkut,” katanya.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada TPS juga sangat penting dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan.

Untuk itu, Kecamatan Delta Pawan telah mengadakan penyuluhan masalah sampah dan membuat plang imbauan dan larangan, namun memang hasilnya belum signifikan. “Kita harap Satpol PP Ketapang dapat tegas menegakkan perda yang ada,” harapnya. (teo/yun)