Jembatan Padang Tikar II Nyaris Roboh

Kubu Raya

Editor Kiwi Dibaca : 1215

Jembatan Padang Tikar II Nyaris Roboh
Panggul barang
KUBU RAYA, SP – Warga Desa Padang Tikar II, Kecamatan Batu Ampar mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jembatan kayu sepanjang 200 meter dan lebar 3 meter yang kondisinya nyaris roboh di desanya.   Tiang jembatan yang terbuat dari kayu belian berusia 30 puluh tahun itu terlihat banyak yang sudah terputus atau patah di beberapa sudut dan papan atasnya sudah rapuh.   "Kalau tidak diperbaiki maka kita tinggal tunggu saja robohnya. Selama ini karena keajaiban saja bisa bertahan," kata Kepala Desa Padang Tikar II, Effendi Senong, kemarin.  

Effendi mengaku sudah sering mengusulkan perbaikan jembatan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, hingga saat ini belum menapat tanggapan dari pemerintah daerah.   "Sementara jembatan ini merupakan jalan utama masyarakat yang akan menuju pelabuhan maupun menuju kota. Dan akses utama untuk membawa hasil-hasil bumi yang akan diangkut ke luar Padang Tikar," tutur Effendi. .   Disamping itu, lanjut  Effendi, jalan jembatan ini juga digunakan para nelayan sehabis pulang dari berlayar. Apalagi ketika air sungai surut, dimana kapal tidak masuk ke dalam.   "Jadi, jembatan ini menjadi akses utama untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Kita sangat prihatin sekali dengan kondisi jembatan yang sudah mau roboh ini. Jembatan ini memang harus segera diperbaiki daripada di kemudian hari jatuh korban," kata Effendi.  

Seorang warga setempat, Amiruddin merasa khawatir dengan kondisi jalan jembatan yang persis berada di depan rumahnya.   "Setiap hari jalan jembatan ini digunakan warga untuk berbagai aktifitas ekonomi. Ada yang menggunakan motor juga untuk melewati jalan jembatan ini," tutur Amiruddin.   Amiruddin mengatakan bahwa pernah jalan jembatan ini diperbaiki warga, namun dilakukan secara swadaya. Kendati demikian, menurutnya ketahanan jalan jembatan kayu ini tidak akan bisa bertahan lama.   "Karena itu kami berharap pemerintah segera lakukan perbaikan supaya ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat memakan korban jiwa," ujar Amiruddin. (jek/bah)