Langganan SP 2

Atraksi 38 Tatung pada CGM 2015 di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 807

Atraksi 38 Tatung pada CGM 2015 di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar
TATUNG BERAKSI – Satu dari 38 tatung yang tampil pada perayaaan puncak Cap Go Meh (CGM) 2016 beraksi memukau penonton, Senin (22/2). Perayaan puncak CGM 2016 itu dipusatkan di lapangan pemakaman Bhakti Suci di Jalan Adi Sucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan
KUBU RAYA, SP – Sejumlah 38 tatung yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Kubu Raya (KKR) beratraksi pada perayaan puncak Cap Go Meh (CGM), Senin (22/2).

Perayaan puncak CGM dipusatkan di lapangan pemakaman Bhakti Suci di Jalan Adi Sucipto, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.
  Perayaan tak hanya menampilkan seni dan budaya Tionghoa, namun juga turut dimeriahkan pertunjukan seni dan budaya etnis Dayak.  

"Puncak perayaan  Cap Go Meh di Kubu Raya, selain ada atraksi tatung juga ada tarian dayak yang turut serta memeriahkan kegiatan ini. Dari awal kepada etnis lain yang ingin tampil turut memeriahkan kegiatan, kami persilakan," kata Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia Kubu Raya, Lim Tau Hong ditemua di sela-sela acara Cap Go Meh, Senin (22/2).
 

Ia mengakui jika atraksi tatung tahun ini tidak sebanyak pada tahun sebelumnya. Pada 2015 lalu, ada 60 tatung yang tampil.   "Meskipun atraksi tatung tidak seramai tahun lalu, namun perayaan Cap Go Meh tahun ini cukup meriah. Bahkan lebih meriah dari tahun lalu. Harapan kami ke depannya pemerintah daerah dapat mensupport (mendorong) anggaran untuk perayaan Cap Go Meh di KKR," katanya. 

Menurutnya, kegiatan perayaan puncak CGM di tahun monyet api ini dapat berjalan dengan mulus karena banyak pihak mendukung kegiatan pelestarian budaya ini.   "Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berlangsung terus dan dapat menggandeng penampilan dari etnis lain yang tidak hanya terfokus pada etnis Tionghoa," harapnya. 

Ia mengaku gembira dengan antusiasme masyarakat Kubu Raya menyaksikan perayaan CGM. Terlebih, antusiasme itu tidak hanya datang dari warga Tionghoa, melainkan warga dari etnis lain berjubel memadati lokasi kegiatan. Tak sedikit warga yang menonton mengabadikan atraksi tatung dengan dengan kamera telepon genggam.

Seorang warga Kecamatan Sungai Raya yang turut menyaksikan peracayaan CGM, Iwan (32) mengaku senang dapat menyaksikan atraksi tatung dari jarak dekat, meskipun ia bukan berasal dari warga Tionghoa. 
 
"Biasanya saya menyaksikan saat tatung diarak di jalan raya saja, kalau menyaksikan dari dekat baru kali ini," katanya.  

Lantaran atraksi tatung identik dengan atraksi yang sadis, maka niat awal Iwan untuk menyaksikan atraksi  tatung bersama keluargan diurungkannya. Ia khawatir penampakan tersebut dapat berdampak buruk bagi anaknya yang masih berusia dini.
 

"Perayaan Cap Go Meh di Kubu Raya memang tidak semeriah Kota Singkawang atau Pontianak. Namun perayaan ini sudah sangat menghibur warga terutama warga yang berada di sekitar sini," katanya. (jek/bah)