Ratusan Warga Tuntut PT BPK di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar Menormalisasi Sungai dan Transparansi Dana CSR

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1299

Ratusan Warga Tuntut  PT BPK di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar Menormalisasi Sungai dan Transparansi Dana CSR
DEMO – Ratusan warga Desa Sungai Malaya mendemonstrasi PT Bumi Pratama Khatulistiwa (PT BPK), sebuah perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (25/2) siang. Mereka menuntut PT BPK
KUBU RAYA, SP – Dianggap jadi sumber petaka, PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK), sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), didemo ratusan warga setempat.  
Massa mendatangi Kantor Divisi Perkebunan Kelapa Sawit perusahan tersebut. Mereka  menyuarakan kekesalan terhadap ulah PT BPK yang dianggap banyak menuai bencana di daerahnya.    

Salah satu bencana itu yakni desa mereka sering dilanda banjir sejak PT BPK beroperasi.  "Desa kami sering mengalami banjir. Sudah sekitar empat bulan ini air sungai tidak mengalir karena tersumbat. Perusahaan harus peduli dengan melakukan normalisasi saluran sungai ini," kata koordinator aksi, Muammar Kadafi di Desa Sungai Malaya, Kamis (25/2).
 

Kadafi menegaskan, aksi yang dilakukan ratusan warga merupakan puncak kekesalan warga lantaran PT BPK selama ini hanya mengumbar janji untuk menormalisasi sungai yang tersumbat.   "Tak hanya menormalisasi sungai, kami juga meminta perusahaan melakukan perawatan sungai secara berkala, sehingga tidak terjadi penyumbatan sungai yang mengakibatkan  banjir ," tegas Kadafi.  

Selain itu, lanjut Kadafi, masyarakat juga meminta perusahaan transparan dalam penyaluran dana CSR sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa yang berada di sekitar perusahaan. Dana CSR harus dibagi secara merata, terlebih dari beberapa desa yang ada di sekitar perusahaan, Desa Sungai Malaya merupakan desa yang menempati dataran paling rendah dibandingkan dengan desa yang lain.   "Aliran sungai yang berasal dari perusahaan itu menuju ke sungai yang berada di desa kami. Untuk itu kami meminta perusahaan untuk dapat membuat saluran baru hingga ke Sungai Landak," ungkap Kadafi.  

Kadafi berjanji akan kembali berunjuk rasa jika perusahaan tidak memenuhi tuntutan masyarakat.   "Diperkirakan pada Maret mendatang air sudah surut. Jika air surut, perusahaan secepatnya dapat mengoperasikan alat berat untuk membersihkan aliran sungai," pungkas Kadafi.  

Sebagaimana diketahui, Jalan Desa Sungai Malaya adalah satu-satunya jalan menuju lokasi perusahaan. Aktifitas keluar masuk kendaraan perusahaan atau bongkar muat kelapa sawit, mengakibatkan kondisi jalan desa sangat memprihatinkan. “Kalau musim hujan, jalannya tergenang air dan becek.

Sedangkan saat kemarau, debu berterbangan yang dapat menggangu kesehatan warga,” terang Khadafi. Kadafi juga berharap peran serta Pemkab Kubu Raya untuk turut memantau dan mengawasi perkembangan PT BPK.

Janji Normalisasi

Pihak perusahaan menerima perwakilan warga untuk mediasi. Setelah pertemuan tersebut, Asisten Manajer PT BPK, Mansur mengatakan bahwa pihaknya menyanggupi permintaan warga untuk melakukan normalisasi parit dan sungai di sepanjang aliran Sungai Malaya.   “Hari Sabtu, kami akan turunkan tim untuk meninjau aliran sungai yang perlu dinormalisasi. Terkait transparansi dana CSR, akan dibahas di hari itu juga,” katanya.  

Mansur mengungkapkan, sebetulnya pihak perusahaan telah melakukan upaya pemeliharaan parit-parit yang ada di setiap dusun Desa Sungai Malaya. Tapi lantaran parit di Dusun Parit Tengah, Parit Banjar, dan Parit Naim jumlahnya banyak, sehingga belum terjangkau semuanya.   “Tiap tahun, sebenarnya (sudah) kita maintenance. Mungkin belum terjangkau sampai ke Parit Naim, sehingga warga Parit Naim melakukan orasi,” tuturnya.  

Sementara Humas PT BPK, Julianto Damuri berdalih jika pihaknya sudah melakukan berbagai program terhadap lingkungan masyarakat yang berada disekitar perusahaan, termasuk melakukan pembersihan aliran sungai.   "Pembersihan aliran sungai itu ada, hanya saja wilayah (Dusun Parit Naim) ini belum mendapat gilirannya. Kami sudah pernah mencoba menurunkan alat berat untuk membersihkan sungai yang berada  di Dusun Parit Naim. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka alat itu kami tarik kembali," kata Julianto. 

 Julianto mamaparkan, PT BPK yang beroperasi di Kubu Raya berada di dua kecamatan yakni Kuala Mandor B dan Sungai Ambawang. Untuk perusahaaan yang beroperasi di Kuala Mandor B, ada 12 desa yang berada di sekitar perusahaan. Sementara di Sungai Ambawang ada 13 desa. (jek/umr/bah)



Komentar