Ledakan Dahsyat Hebohkan Warga Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 1058

Ledakan Dahsyat Hebohkan Warga Desa Arang Limbung, Kabupaten Kubu Raya
ILUSTRASI (liputan6)
KUBU RAYA, SP – Ratusan warga Dusun Tanjung Puri, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dihebohkan oleh bunyi ledakan dahsyat diikuti getaran seperti gempa, Senin (14/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Tak ayal, ratusan warga setempat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mencari sumber suara dan getaran itu.
 
Seorang warga Gang Dermawan di dusun setempat, Ade Reja (27) mengungkapkan, saat kejadian dirinya sedang bersantai bersama anggota keluarga lainnya.
Sedang asyik-asyiknya bersantai, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan bunyi ledakan yang sangat keras seperti suara gardu listrik meledak. Ledakan itu juga disertai dengan getaran yang berdurasi tiga detik hingga empat detik. 
 "Saya kira itu suara gardu yang meledak. Tapi saat itu listrik tidak padam, saya sekeluarga keluar rumah mencari sumber ledakan dan getaran itu," kata Ade Reja ditemui di Sungai Raya, Selasa (15/3).  
Tidak hanya ia dan  keluarganya yang keluar rumah, ratusan warga lainnya turut heboh mencari sumber suara dan getaran. Bahkan tidak sedikit warga yang tampak panik karena mengira peristiwa itu adalah gempa bumi. 
 "Saat ledakan terjadi, rumah warga ikut bergetar. Tidak ada peralatan yang rusak, tapi getaran itu cukup membuat orang-orang panik," tegasnya.  
Sementara Kepala Dusun Tanjung Puri, Unang Suparman mengungkapkan, sumber suara dan getaran berasal dari sebuah ponton yang tertambat di Sungai Kapuas.  
"Setelah saya menelepon karyawan yang bekerja di ponton itu, ternyata balon untuk mengangkat ponton ke daratan pecah dan  meledak. Itulah yang membuat ledakan dan getaran yang dirasakan warga, namun tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu," kata Unang. 

Pihaknya, lanjut Unang, berencana akan mengecek kawasan yang terjadi getaran, terutama pada rumah warga dan fasilitas umum. Jika terjadi kerusakan, baik rumah warga ataupun fasilitas umum, maka pihaknya meminta kepada pemilik ponton untuk bersedia mengganti rugi. 
 "Kami harap ke depannya jika ada aktifitas seperti ini dapat dikordinasikan bersama pihak dusun atau RW maupun RT setempat agar ketika terjadi hal-hal seperti ini warga tidak panik," pungkasnya. (jek/bah) 


Tak Ada Korban Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya yang juga tinggal di dusun setempat, Robi (29)  bersyukur tak ada korban jiwa pada perisitiwa yang dikira gempa itu.

Begitu mendengar suara ledakan yang diikuti getaran, dirinya segera menghubungi Bagian Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubu Raya untuk melaporkan peristiwa mengejutkan itu.

Robi pun langsung mengecek BMKG melalui internet untuk memastikan apakah getaran itu terdeteksi oleh BMKG.   "Setelah saya cek ternyata tidak terdeteksi, sehingga saya pastikan peristiwa yang dikira masyarakat gempa itu negatif," kata Robi.  

 Robi menambahkan, untuk mengetahui sumber suara dan getaran yang terjadi serta memastikan ada atau tidaknya korban jiwa, ia langsung menghubungi kepala dusun setempat.  

 "Getaran itu terjadi hingga 500 meter dari Sungai Kapuas, sepanjang sekitar 1 km, mulai dari Gang Sagu sampai Gang Bambu," ungkap Robi. (jek/bah)