Mayat Wanita Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan Mengapung di Parit Kalimas, Kubu Raya

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 2695

Mayat Wanita Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan Mengapung  di Parit Kalimas, Kubu Raya
ILUSTRASI- Mayat Wanita. (www.merdeka.com)
KUBU RAYA, SP- Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung  di Parit Kalimas, Dusun Mawar  RT 05 RW 02, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap,  Kabupaten Kubu Raya (KKR), Selasa (22/3) sekitar pukul 08.30 WIB.  

Mayat wanita ini diduga korban pembunuhan. Tubuhnya  dipenuhi  luka memar, sabetan dan tikaman benda tajam. Badroni, warga setempat  mengaku,  mayat ini pertama kali dilihatnya mengapung di bawah jembatan di parit depan rumahnya.   "Terbungkus kain sprei putih bermotif bunga," kata Kapolsek Sungai Kakap, AKP Agus Hasanuddin mengutip kesaksian Badroni ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.  

Menurut Agus, di punggung kiri mayat itu ditemukan luka bacokan. Mulutnya berdarah,  muka memar, dada tersayat, dan lehernya terjerat kain dari bahan kaos hitam.  

Sejauh ini,  identitas jenasah tersebut masih disidik pihaknya.
    "Setelah melihat mayat itu,  Badroni langsung  menelpon Bhabinkamtibmas. Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WUB, anggota reskrim dan Ident Polresta Pontianak langsung datang untuk melakukan pengecekan  lokasi, " lanjutnya.

Di tubuh korban ditemukan  tanda-tanda penganiayaan akibat benda tumpul dan tajam. Selain itu,  kalung emas seberat 20  gram dan cincin putih masih melingkar di jari tengah sebelah kirinya.
 

Mayat ini sudah mengeluarkan bau busuk. Ciri-cirinya,  rambut hitam lurus panjang berujung cokelat, memakai celana jean biru, celana dalam hitam, dan hitam kaus swaeter hitam putih motif bunga. Lehernya diikat  kain kaos hitam, memakai kalung  emas rantai sekira 20 gram, dan cincin putih jari tengah tangan sebelah kiri.
 

"Mayat sudah dibawa ke Dokkes untuk dilakukan cek visum luar, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Soedarso untuk diotopsi.Jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga seperti ciri-ciri itu, silakan  segera melapor ke pihak kepolisian," pungkas Agus.
 

Kemungkinan WTS Kasus-kasus temuan mayat perempuan di Kota Pontianak dan sekitarnya, kerap terjadi. Sebagian besar korban adalah wanita tuna susila (WTS) yang dibunuh pelanggan atau mucikari.

Pantauan Suara Pemred, WTS di Pontianak dan sekitarnya termasuk KKR selalu bermunculan pada malam hari.  Mereka mencari pelanggan di kawasan-kawasan elit sekalipun.
Di Pontianak, keberadaan  para WTS ini tersebar di berbagai titik. Di antaranya,  kawasan tepi sungai atau  pelabuhan. "Kalau ada korban seperti di Kubu Raya itu, sudah risiko  kami. Beberapa teman saya sering jadi korban penganiayaan.Tapi namanya aja nyari duit," kata Helen, WTS yang sering beroperasi di kawasan Tanjung Pura.  

Pada akhir Juni 2015, pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas mayat perempuan di semak-semak Jalan Ampera. Dari hasil pemeriksaan, korban ternyata bernama Asni.     Dari hasil pengembangan, ditemukan nama Tomi, mucikari yang   kerap mencarikan pelanggan buat Asni.

Menurut Kapolresta Pontianak,  Kombes Tubagus Ade Hidayat, jenasah korban pertama kali ditemukan oleh dua warga yang sedang nongkrong di warung kopi tak jauh dari lokasi.
  Keduanya pun  sempat mendengar suara teriakan kemudian mendatangi lokasi.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan pun segera bergerak ke TKP. Di lokasi,  ditemukan identitas korban berupa ijazah. Ada juga sepasang sepatu perempuan dan kaca spion sepeda motor.
“Kondisi korban saat ditemukan di TKP dalam posisi telungkup di dalam parit. Ada luka jerat di leher, dan korban menggunakan pakaian utuh,” terang Kapolda Kalbar,  Brigjen Arief  berdasarkan laporan Kapolres Pontianak.(jaka iswara/pat)