Bupati Kubu Raya Rusman Ali Siap Menerima Mutasi Guru

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 913

Bupati Kubu Raya Rusman Ali Siap Menerima Mutasi Guru
Bupati Rusman Ali saat sidak ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubu Raya, Senin (11/4).
KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menegaskan pihaknya siap menerima mutasi guru dari berbagai daerah  untuk menutupi kekurangan guru di wilayahnya. Hal itu dilakukan mengingat peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kubu Raya (KKR) hingga saat ini masih terkendala dengan kurangnya  tenaga pendidik (guru).

 “Di  Kubu Rayu cukup banyak guru pindahan dari berbagai daerah seperti Sekadau, Putusibau, Sanggau maupun dari daerah-daerah lainnya. Karena Kota Pontianak tidak menerima mereka,  kami siap menampung untuk membantu kekurangan guru di Kubu Raya,” kata Rusman Ali di Sungai Raya, Kamis (14/4).

Kendati demikian, lanjut Rusman, terhadap tenaga pendidik yang ingin pindah bertugas ke Kubu Raya, pihaknya perlu menelusuri dan mengetahui latar belakang maupun reputasi guru yang bersangkutan melalui dinas pindidikan tempat asal guru itu. 

“Setiap bulannya minimal ada 10 guru yang pindah ke Kubu Raya. Jika reputasinya baik di tempat asalnya mengajar, barulah kami terima Tapi jika reputasinya buruk, kami tidak akan menerimanya,” katanya.


Perpindahan guru ini, kata Rusman, bukan permintaan dari Pemkab Kubu Raya, melainkan dari kemauan dan keinginan guru yang bersangkutan. Selain dapat membantu menutupi kekurangan guru, juga sebagai penganti guru-guru yang telah pensiun.

Hal ini dilakukan karena hingga saat ini belum ada penerimaan pegawai negeri yang baru setelah ada kebijakan moratorium  dari pemerintah pusat.  “Saya mengharapkan Kemenpan RB dapat turun ke setiap daerah untuk melakukakan penelitian, sehingga tahu daerah mana yang sangat mengalami kekurangan. Untuk di Kubu Raya memang ada kelebihan pegawai seperti di dinas kehutanan, tapi pegawai-pegawai ini tentunya juga akan pensiun,” tegasnya.

Upaya lain untuk menutupi kekurangan guru yakni pihaknya melakukan mutasi  guru terhadap sekolah yang mengalami kelebihan guru ke sekolah yang masih mengalami kekurangan setiap enam bulan sekali.

“Sebelum dimutasi, tentunya kita pelajari dulu. Misalnya di sekolah itu ada guru matematika, kita lihat dulu apakah memungkinkan dengan menggunakan satu guru saja, jika memungkinkan maka satu gurunya lagi akan kita pindahkan,” katanya.

Selain itu, untuk peningkatan kualitas guru yang ada di Kubu Raya, pihaknya  selalu mengundang sekolah-sekolah swasta yang ada di Kubu Raya untuk memberikan motivasi.


Sekolah Pedalaman


Sebelumnya, Plt Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo mengatakan, banyak sekali PNS, baik guru maupun non guru dari berbagai Kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, mengajukan ke Pemerintah Provinsi Kalbar untuk pindah tugas dengan sasaran Kota Pontianak dan Kubu Raya.

“Kita siap saja menerima, namun penempatannya tentunya di daerah yang jauh, terutama tiga kecamatan yakni Batu Ampar,Kubu dan Terentang. Jika mereka siap, maka kita dengan senang hati juga menerimanya,” katanya.  

Odang menegaskan, penerimaan pegawai negeri  di Kabupaten Kubu Raya. terutama guru, pada dua tahun terakhir ini  menggunakan sistem penempatan langsung pada sekolah yang masih kekurangan tenaga guru.


“Misalnya formasi guru bahasa Indonesia ditempatkan di Batu Ampar, guru bahasa inggris di Kubu dan lain sebagainya. Boleh dikatakan untuk formasi guru hampir tidak ada ditempatkan di Sungai Raya,” katanya. (jek/bah)