Puluhan Warga di Desa Limbung, Kubu Raya Terindikasi Chikungunya

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 979

Puluhan Warga di Desa Limbung, Kubu Raya Terindikasi  Chikungunya
Seorang dokter memeriksa warga di rumah kader posyandu di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, RW 9, 10 RT 1, 2, Selasa (26/4). Suara pemred/jaka iswara
KUBU RAYA, SP – Sejumlah warga di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, RW 9, 10 RT 1, 2, patok 40, setelah diperiksa diduga suspect (mengarah) virus chikungunya.

Pasalnya,  sejumlah warga mengalami gejala ngilu persendian dan demam sejak dua bulan terakhir. Gejala itu langsung mendapat respons Puskesmas Sungai Durian dengan melaksanakan uji klinis di rumah kader posyandu, Selasa (26/4).
 

Setiap RW diminta 10 orang datang untuk menjalani pemeriksaan intensif dari petugas medis Puskesmas Sungai Durian sebagai kawasan pelayanan.
Dokter umum, bidan desa beserta petugas kesehatan lingkungan (kesling) turun serentak.   Pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa keluhan sejumlah warga mengalami gejala akibat virus cikungunya. Total sampel data menyebutkan sekitar 20 orang mengidap hal serupa. 

Dokter Umum Puskesmas Sungai Durian, Priskilla mengungkapkan, uji klinis dilakukan di dua RW karena beberapa waktu lalu ada beberapa warga dari dusun ini datang ke Puskesmas Sungai Durian. Mereka mengeluhkan sering mengalami ngilu pada persendian yang disertai pusing hingga demam.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan, beberapa orang di antaranya diduga suspect (mengarah) pada virus chikungunya.
  "Karena terindikasi beberapa orang warga mengarah chikungunya makanya kami turun ke lapangan untuk memastikan apakah warga memang dominan suspect chikungunya," kata Priskilla ditemui usai pemeriksaan terhadap sejumlah warga di kediaman Kader Posyandu, Dusun Sidomulyo, RT 01 RW 10. 

Priskilla mengatakan, secara umum gejala akibat virus chikungunya ditandai ngilu dan nyeri persendian paling dominan. Nyeri otot serta demam tinggi hingga mencapai 38 derajad celsius kerap mengawali gejala virus chikungunya.   "Fase akutnya biasanya berjalan 2-3 hari, kemudian turun 1-2 hari. Bisa juga naik lagi," katanya. 

Kepada warga yang mengarah indikasi terkena gejala virus chikungunya, dapat diberi obat pereda gejala.

Sementara untuk demam biasanya diberi paracetamol.   "Tindakannya yaitu hanya kita kasih obat menghilangkan gejalanya. Karena virus ini bisa hilang. Yang ditakutkan pada saat terserang masuk penyakit lainnya, termasuk bisa timbul DBD," imbuhnya.  

Ia menerangkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan merupakan tahap awal sebagai uji klinis dengan melihat gejala psikologis penderita. Kondisinya memang ada yang memang mengarah pada gejala chikungunya.   "Namun untuk memastikannya harus dengan uji lab melalui tes serologi. Tapi untuk awal kita bisa lihat dari gejala psikologis," ungkapnya.  

Adapun item yang perlu dilewati untuk mengecek pasien yaitu uji klinis, tes serologi, cek darah, isolasi virus. "Bagi yang mengarah pada gejala chikungunya, diberi obat untuk menurunkan gejalanya, seperti demam diberi paracetamol," jelasnya.  

Disertai Pusing

Seorang warga setempat, Eny (44) mengungkapkan, sejak lebih dari satu bulan terakhir ini ia merasakan ngilu pada persendian kakinya. Ngilu itu juga disertai dengan pusing, bahkan ia pun pernah sempat demam.   "Ngilu ini saya alami setiap hari, terutama pada sore hari. Dan ini sangat menghambat pekerjaan saya," keluh Eny yang juga berprofesi sebagai petani ini.  

Ngilu yang dialaminya ini ternyata juga dialami suaminya. Bahkan, ia dan suaminya pernah mendapatkan perawatan secara intensif di Puskesmas Sungai Durian selama lima hari, beberapa waktu yang lalu.   "Menurut keterangan dokter, kami belum positif chikungunya, tapi sudah mengarah pada chikungunya. Kami juga tidak tahu penyakit ini seperti apa, karena kami juga baru mendengar," ungkapnya.  

Keluhan serupa juga dialami Ngatinem (62). Sejak satu bulan terakhir ini ia merasakan ngilu di setiap persendian, mulai dari persendian kaki hingga persendian tangan.   "Selama ini saya biarkan saja, memang hampir setiap saat saya merasakan ngilu, kadang-kadang juga pusing," ungkapnya. (jek/bah)