Langganan SP 2

Enam Ratus Rumah di Kabupaten Kubu Raya Terendam Banjir

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 605

Enam Ratus Rumah di Kabupaten Kubu Raya Terendam Banjir
Banjir di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2015 lalu. (Dok SUARA PEMRED)
KUBU RAYA, SP – Sebanyak 600 rumah pada dua dusun di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya (KKR), terendam banjir, Rabu (11/5). Dua dusun, yakni Karya Abadi dan Karya Indah, sudah empat hari diterjang banjir atau sejak Minggu (8/5). Ketinggian air mencapai 2 hingga 3 meter. Akibatnya, banyak warga setempat mengungsi. 

Kepala Desa Kubu Padi, Abdul Aziz mengungkapkan, banjir melanda dua dusun karena air pasang. Selama dua hari sebelumnya, air pasang setinggi 30 hingga 40 cm atau sebatas lutut orang dewasa saja.   "Namun, air mulai naik sejak hari ketiga kemarin. Saat ini kondisi ketinggian air mencapai  2 hingga 3 meter. Sekitar 600 rumah di dua dusun itu terendam banjir, bahkan ada yang sudah tenggelam" kata Abdul Aziz dihubungi Suara Pemred, Rabu (11/5).   Akibat banjir, kata Abdul, rumah masyarakat yang tidak dapat ditempati terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga lainnya yang tidak terendam banjir atau membuat tenda darurat di dataran tinggi.  

Hingga hari ketiga, tidak ada petugas, baik dari pemerintah setempat maupun instansi terkait, mengevakuasi masyarakat yang terkena musibah banjir.   Namun, kini (Selasa, 11/5), instansi terkait, camat serta pihak koramil sudah turun meninjau lokasi banjir.  
“Kami perkirakan banjir ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan," kata Abdul.  

Menurut Abdul, hampir setiap tahun desanya ketiban banjir akibat air pasang dari daerah hulu. Pada 2016 ini, tercatat sebagai banjir terparah dari tahun sebelumnya.   "Banjir ini kiriman dari hulu yakni dari Kabupaten Landak. Setiap tahun sudah begini," tegasnya.  

Pemkab Lamban

Satu di antara warga Desa Kubu Padi, Umar mengatakan bahwa Pemkab Kubu Raya selalu lamban mengantisipasi maupun menangani banjir. Sejak air mulai mengenangi rumah warga, masyarakat sudah melaporkannya kepada relawan dan BPBD Kubu Raya.
Namun tidak segera ditanggapi.   "Seharusnya instansi terkait segera melakukan antisipasi dan pencegahan, paling tidak merespons dengan cepat laporan dari warga. Bantuan memang ada namun selalu terlambat," ungkap Umar.  

Umar menegaskan bahwa sejak empat hari terakhir aktifitas masyarakat di dua dusun itu terhambat. Alih-alih bekerja mencari nafkah, masyarakat disibukkan mengevakuasi diri sendiri dan anggota keluarga serta barang-barang berharga.  

"Jalan juga sudah tidak bisa dilewati kendaraan darat karena ketinggian air sudah melebihi tinggi badan orang dewasa. Aktifitas harus menggunakan sampan atau speedboat," ungkap Umar.
 

Umar menambahkan, untuk menuju ke desanya, ada dua akses alternatif yang dapat ditempuh yakni melalui akses jalan dari desa Mega Timur dan Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang. Namun, kedua jalur itu sudah tidak dapat ditempuh dengan kendaraan darat.

Inventarisir Korban
 
Plt Sekda Kubu Raya, merangkap  Kepala BPBD Kubu Raya, Odang Prasetyo mengatakan, pihaknya akan menginventarisir secara detail dan mengambil langkah tepat ihwal banjir itu. Pihaknya akan menurunkan tim dari BPBD Kubu Raya untuk melakukan survei lokasi banjir.
 

"Akan dilakukan inventarisir secara detail misalnya jumlah rumah yang terendam banjir, jumlah korban jiwa hingga kerugian yang dialami warga yang mendapat musibah ini," kata Odang.  

Menurut Odang, jika banjir yang dialami warga ini kondisinya cukup berat maka pemda akan  melakukan berbagai upaya koordinatif dan bekerja sama antar-SKPD terkait.  Akan dikucurkan pula sejumlah bantuan sembako sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh warga yang tertimpa musibah banjir.
 

"Kami minta juga  kepada pihak desa maupun kecamatan agar dapat  melakukan penanggulangan
,  sebagai langkah terhadap warga yang tertimpa musibah ini," pungkasnya. (jek/bah/sut)