Kadisdik Kubu Raya: SDN 36 Pilial Tidak Dapat Dilakukan Perbaikan

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 792

Kadisdik Kubu Raya: SDN 36 Pilial Tidak Dapat Dilakukan Perbaikan
Sejumlah awak media mengambil gambar SDN 35 Pilial Desa Muara Baru atau Desa Buntut Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya , yang kondisinya memprihatinkan. Suara pemred/jaka iswara
KUBU RAYA, SP – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Frans Randus mengatakan  SDN 36 Pilial Desa Muara Baru yang selanjutnya menjadi SDN 35 Pilial tidak dapat dilakukan pembangunan maupun perbaikan. Alasannya, jumlah siswa sekolah itu sedikit. Masyarakat yang bermukim di desa itu pun bersifat nomaden (berpindah-pindah).

Tak hanya itu, Frans menilai bahwa jarak tempuh  antara dusun dengan sekolah induk yakni SDN 35 Desa Pulau Limbung masih bisa ditempuh.
“Berdasarkan laporan dari pak Zulkifli (kepala sekolah setempat) kepada kami, sekarang murid di sekolah ini hanya beberapa orang saja.Dan menurutnya siswa di sekolah itu masih bisa bersekolah ke sekolah lain karena jaraknya tidak jauh,” kata Frans, baru-baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan pantauan langsung Suara Pemred, bangunan sekolah itu sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah berukuran 12 x 9 meter itu hanya mimiliki dua ruang kelas, tanpa dinding pembatas, satu papan tulis, dan sejumlah kursi dan bangku siswa dalam keadaan rusak.
Bangunan sudah tampak usang dan rapuh, banyak terdapat lantai dan atap bangunan berlubang.

Selain itu, sekolah ini juga tidak dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti sarana dan prasarana olah raga, bahkan tidak terdapat toilet. Atas hal ini, Frans mengatakan bahwa tak ada yang perlu diperbaiki dari sekolah itu.
Frans mengatakan bahwa nomor SDN yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Raya mengalami penurunan satu digit, termasuk SDN 36 Desa Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya yang menjadi SDN 35.

Sehingga SDN Pilial yang menginduk pada sekolah itu juga mengikuti menjadi SDN Pilial Desa Muara Baru, Kecamatan Sungai Raya. “Karena ada penurun satu digit untuk sekolah dasar di Kecamatan Sungai Raya, SD 36 Pilial ini menjadi SDN 35 Pilial. Sekolah ini juga tidak mempunyai NSS (Nomor Statistik Sekolah) karena menginduk ke SDN 35 Desa Pulau Limbung,” kata Frans.

Berdasarkan laporan itu, kata Frans , maka sekolah tidak dapat dilakukan pembangunan maupun perbaikan, meskipun  kondisi sekolah sudah sangat memprihatinkan.

Selain itu, hingga saat ini Kubu Raya juga masih sangat kekurangan guru, sehingga tidak ada tenaga pendidik yang dapat ditempatkan di SDN 35 Pilial.
“Jika kita bangun sekolah ini, tapi tidak ada gurunya percuma saja. Untuk memindahkan guru yang ada di sekolah induk juga tidak bisa karena guru di sekolah induk juga kurang, sedangkan kepala sekolahnya saja jarang aktif,” ungkap Frans.

Sementara Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus merasa sangat  prihatin dengan kondisi SDN 35 Pilial. Kondisi ini akan menjadi perhatian pihaknya untuk diprioritaskan dilakukan pembangunan atau perbaikan.
“Kami akan berupaya agar sekolah ini dapat diprioritaskan dalam rangka menyukseskan program wajib belajar. Bukan hanya program  wajib belajar sembilam tahun namun diharapkan program wajib belajar 12 tahun dapat terlaksana dengan baik di Kubu Raya,’ ujar Hermanus.

Menurut Hermanus, karena pembahasan APBD Kubu Raya di tahun 2016 ini  sudah dilakukan, maka cukup sulit untuk memprioritaskan pembangunan maupun perbaikan sekolah ini di tahun 2016, termasuk pada APBD perubahan.

Namun pihaknya berupaya pada APBD di tahun 2017 mendatang, sekolah ini akan menjadi skala prioritas untuk dilakukan pembangunan.


“Selain pembangunan dan perbaikan sekolah beserta sarana dan prasarana lainnya, penempatan guru di sekolah ini nantinya juga akan kami bicarakan, karena peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya pada gedung dan sarana prasarana sekolah saja, namun guru juga sangat menentukan,” kata Hermanus.

Terhadap  kondisi sekolah ini, kata Hermanus, seyogyanya harus ada pengawasan yang dilakukan dari Disdikbud Kubu Raya, setidaknya satu kali dalam tiga bulan  Disdikbud Kubu Raya dapat mengundang KUPT (Kepala Kantor Unit Pelaksana Tugas,red) yang  ada di Kubu Raya untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang terjadi.


“Begitu juga dengan KUPT, minimal tiga bulan sekali dapat mengundang kepala sekolah, untuk membahas berbagai hal. Sebagai bahan perencanaan dan sebagai bahan untuk disampaikan ke tingkat Kabupaten,”   pungkas Hermanus.

Tinjau Langsung

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kubu Raya, Yuslanik mengungkapkan, laporan Kepala SDN 35 Pilial kepada Disdikbud Kubu Raya hanya bersifat ingin menutup-nutupi kesalahan saja.

Untuk itu, ia meminta kepada Kadisdik Kubu Raya untuk tidak mendengar laporan sepihak saja, melainkan juga melihat dan mengecek kebenaran dari laporan itu dengan meninjau langsung ke lokasi SDN 35 Pilial ini. “Kepsek saja jarang hadir ke sekolah itu,  jelas laporan kepsek ke Disdik Kubu Raya seperti itu hanya menutup-nutupi kesalahannya saja, “ kata Yuslanik kepada Suara Pemred, Minggu (19/6).

Menurut Yuslanik, pendidikan sangat penting bagi seluruh masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk masyarakat di daerah perkotaan saja, namun juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat di pedesaan, terutama desa terpencil. Untuk mendukung pendidikan itu, maka diperlukan sarana dan prasarana sekolah serta tenaga pendidik yang memadai.

“Jangan hanya di daerah perkotaan saja yang diperhatikan , desa-desa terpencil seperti inipun perlu perhatian. Apalagi kondisi sekolah ini sudah sangat memprihatinkan,  maka dengan dasar apapun sekolah ini harus segera dibangun, karena sangat diperlukan oleh masyarakat,” ujar Yuslanik.
(jek/bah/sut)