BNPB Bantu BPBD Kubu Raya Atasi Karhutla

Kubu Raya

Editor sutan Dibaca : 825

BNPB Bantu BPBD Kubu Raya Atasi Karhutla
Dari kiri ke kanan, Gubernur Kalbar Cornelis, Kepala BNPB, Willem Rampangile, Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal Pol Musyafak dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa, saat telekonfrence di Lantai III, Mapolda Kalbar, Kamis (25/8). (humas pol
KUBU RAYA, SP Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berkomitmen  membantu dan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya,  untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut, baik melalui anggaran maupun peralatan pemadam kebakaran (damkar).

Komitmen itu disampaikan langsung  Deputi Bidang Penanganan  Darurat BNPB, Tri Budiarto saat  meninjau langsung beberapa titik lokasi rawan terjadinya karhutla di Kubu Raya.  yang didampingi Kepala pelaksana BPBD Kubu Raya Mokhtar, Selasa (23/8) lalu.


“Beliau (Tri Budiarto) akan berupaya membantu BPBD Kubu Raya dalam menanggulangi karhutla. Bahkan BNPB sudah mendatangkan dua heli untuk melakukan water bombing (bom air). Dua heli ini sudah berada di Bandara Supadio,”  ujar Mokhtar ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/8).


Dalam waktu dekat, kata Mokhtar, BNPB juga berencana kembali mendatangkan satu unit pesawat hujan buatan. Pesawat dan heli itu dipergunakan untuk melakukan pemadaman karhutla melalui jalur udara, khususnya pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

“Wilayah Kubu Raya ini memang cukup luas, apalagi wilayah-wilayah rawan karhutla ini wilayah yang cukup sulit dijangkau dengan kendaraan darat. Untuk itu pemadaman melalui hujan buatan sangat diperlukan,” jelas Mokhtar.

Adapun lokasi kebakaran lahan yan ditinjau oleh BNPB yakni Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya dan Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya.
“Peninjauan yang dilakukan oleh Deputi Bidang Penanganan  Darurat ini setelah menerima data dari kami berkenaan dengan wilayah-wilayah rawan terjadinya karhutla. Dua desa ini memang beberapa hari yang lalu terjadi kebakaran lahan,”  ujar Mokhtar.

Mokhtar menegaskan, untuk lahan yang ditinjau di Desa Rasau Jaya Umum seluas delapan hektare, tepatnya di KM 12 Jalan Rasau Jaya. Lahan itu merupakan lahan gambut milik warga yang terbakar dua pekan berturut-turut dan sudah dilakukan pemadaman secara terkoordinasi antara BPBD , TNI, Polri, Manggala Agni serta pemadam swasta.

“Setelah Deputi meninjau langsung hasil pemadaman yang kami lakukan, beliau menilai kinerja Pemkab Kubu Raya sudah berhasil dalam memfasilitasi penanggulangan karhutla,” ujar Mokhtar.

Selain itu, lanjut Mokhtar, Deputi Bidang Penanganan  Darurat juga memberikan arahan kepada pihaknya bagaimana seharusnya berkoordinasi bersama dengan instansi dan institusi terkait, memberikan dan meningkatkan sosialisasi serta langkah dan upaya ke depan yang harus dilakukan.


“Apapun yang menjadi arahan dan perintah beliau (Tri Budiarto), kami selalu siap menjalankannya” pungkas Mokhtar.

Sebelumnya, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Pontianak, Taufikurahman mengatakan,
pihaknya berupaya keras mengatasi dan menangani kebakaran yang terjadi di wilayah operasi Manggala Agni.

Satu di antara upaya itu yakni  dengan melibatkan masyarakat pada masing-masing desa yang rawan karhutla yang disebut dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). MPA telah dibekali pendidikan dan pelatihan penangananan dan pencegahan kebakaran lahan oleh instansi terkait.


"Masyarakat ini diharapkan dapat melakukan pemadaman secara dini ketika terjadi kebakaran di daerahnya. Di samping itu kami juga melakukan patroli pencegahan terpadu dengan keliling di setiap desa yang rawan dengan melibatkan TNI, Polri dan masyarakat," kata Taufikurahman.

Selain itu, kata Taufikurahman, pihaknya berupaya melakukan penyuluhan ke desa-desa yang rawan terjadi karhutla. Pihaknya juga melakukan identifikasi keberadaan sumber air di daerah rawan karhutla, baik sumur,embung maupun sumber air lain.
"Ke depan kami terus berupaya melakukan pencegahan bersama dengan masyarakat, baik dangan pokmas, kelompok tani, dan MPA," pungkas Taufikurahman. (jek/bah/sut)